Rabu, 7 Zulhijjah 1435 / 01 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Komnas HAM Bentuk Tim Selidiki Kasus Penyerangan Ahmadiyah

Senin, 07 Februari 2011, 15:53 WIB
Komentar : 0
Demo menuntut pembubaran Ahmadiyah
Demo menuntut pembubaran Ahmadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), membentuk tim untuk menyelidiki kasus penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah pada Ahad (6/2) kemarin. Wakil Ketua Komnas HAM, Hesti Armiwulan menjelaskan laporan tim tersebut akan menjadi rekomendasi untuk pihak penegak hukum dalam menuntaskan kasus tersebut.

"Dari bincang-bincang, kami beberapa komisioner dengan pimpinan memang akan membentuk tim untuk melihat fakta ada atau tidak. Pelanggaran HAM (dalam kasus Ahmadiyah)," ujar komisioner Komnas HAM, Hesti Armiwulan saat dihubungi Republika, Senin (7/2).

Meski belum mendapat kesimpulan apakah penyerangan tersebut merupakan pelanggaran HAM atau bukan, Hesti menjelaskan terdapat kekerasan yang tidak dicegah oleh pihak kepolisian. Menurutnya, jika ada kegiatan (penyerangan) seharusnya polisi mengetahui terlebih dahulu.

Lebih lanjut, Hesti mengatakan bahwa solusi Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri dari pemerintah untuk penyelesaian kasus Ahmadiyah kurang tepat. Menurutnya, SKB malah dijadikan alasan untuk kelompok-kelompok tertentu menyerang jamaah Ahmadiyah. "Salah satu substansinya mereka tidak boleh melakukan kegiatan propaganda. Tapi intinya mereka tidak boleh melakukan propaganda tentang ajaran ahmadiyah," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi insiden penyerangan warga Cikeusik terhadap warga Ahmadiyah di Kampung Pasir Peutuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, Ahad (7/2) pagi. Dari insiden itu, enam orang jemaah Ahmadiyah tewas dan lima orang lainnya luka-luka.

Reporter : A.Syalaby Ichsan
Redaktur : Djibril Muhammad
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hasyim Muzadi: Pilkada oleh DPRD Bisa Timbulkan Polusi Pemikiran
 JAKARTA -- Mantan Ketua Umum NU, Hasyim Muzadi menilai disahkannya pemilihan kepala daerah oleh DPRD disinyalir mampu menurunkan kredibilitas kepala daerah. Selain itu diberikannya...