Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Syafii Maarif: Pemerintah Harus Hati-hati Jalankan Fungsi Pemerintahan

Jumat, 04 Februari 2011, 15:09 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Cendikiawan Islam yang juga Ketua Maarif Institut, Syafii Maarif mengatakan pemerintah harus berhati-hati menjalankan fungsinya sebagai pemerintah agar tidak terjadi krisis politik seperti yang kini dialami Mesir. "Kita punya niat baik, kita tidak sama seperti yang kini terjadi di Mesir. Kita hanya ingin mengingatkan kepada pemerintah agar berhati-hati dalam menjalankaan fungsinya," kata Syafii Maarif di Jakarta, Jumat.

Syafii yang akrab disapa Buya Syafii mengatakan hal tersebut dalam rangkaian diskusi publik untuk menganalisis laporan ke rumah pengaduan kebohongan publik di bidang pendidikan yang digelar bersama Forum Rektor Indonesia di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Buya Syafii juga mengharapkan agar pemerintah dalam menjalankan fungsinya selalu mengacu kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. "Kita lihat kemiskinan sekarang ini masih terjadi berarti Pancasila belum dijalankan dengan baik," kata Buya Syafii.

Ia mengatakan, pemerintah jangan selalu defensif dan membela diri tapi perlu mendengar suara rakyat. Menurutnya, para tokoh agama tidak perlu "turun gunung" jika pemerintah mau mendengarkan suara rakyat.

Sebelumnya para tokoh lintas agama mendeklarasikan tahun perlawanan terhadap kebohongan pada 10 Januari 2011 dan menyampaikan 18 kebohongan publik. Gerakan tersebut disusul dengan membuka rumah pengaduan kebohongan untuk menjaring aspirasi masyarakat karena diyakini masih banyak kebohongan publik lainnya di luar 18 kebohongan tersebut.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : antara
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...