Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Syafii Maarif: Pemerintah Harus Hati-hati Jalankan Fungsi Pemerintahan

Jumat, 04 Februari 2011, 15:09 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Cendikiawan Islam yang juga Ketua Maarif Institut, Syafii Maarif mengatakan pemerintah harus berhati-hati menjalankan fungsinya sebagai pemerintah agar tidak terjadi krisis politik seperti yang kini dialami Mesir. "Kita punya niat baik, kita tidak sama seperti yang kini terjadi di Mesir. Kita hanya ingin mengingatkan kepada pemerintah agar berhati-hati dalam menjalankaan fungsinya," kata Syafii Maarif di Jakarta, Jumat.

Syafii yang akrab disapa Buya Syafii mengatakan hal tersebut dalam rangkaian diskusi publik untuk menganalisis laporan ke rumah pengaduan kebohongan publik di bidang pendidikan yang digelar bersama Forum Rektor Indonesia di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Buya Syafii juga mengharapkan agar pemerintah dalam menjalankan fungsinya selalu mengacu kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. "Kita lihat kemiskinan sekarang ini masih terjadi berarti Pancasila belum dijalankan dengan baik," kata Buya Syafii.

Ia mengatakan, pemerintah jangan selalu defensif dan membela diri tapi perlu mendengar suara rakyat. Menurutnya, para tokoh agama tidak perlu "turun gunung" jika pemerintah mau mendengarkan suara rakyat.

Sebelumnya para tokoh lintas agama mendeklarasikan tahun perlawanan terhadap kebohongan pada 10 Januari 2011 dan menyampaikan 18 kebohongan publik. Gerakan tersebut disusul dengan membuka rumah pengaduan kebohongan untuk menjaring aspirasi masyarakat karena diyakini masih banyak kebohongan publik lainnya di luar 18 kebohongan tersebut.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : antara
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  sibuya mesem Jumat, 4 Februari 2011, 15:44
Jika masih butatuli thd situasi kini, sebaiknya luncurkan tunisia dan mesir Indonesia, bukan hanya sejuta tetapi semua penduduk Indonesia mogok keluar rumah dan baikot seluruh peraturan pemerintah-Deponering sgl ketentuan pemerintah-kesampingkan. sby-anggap saja tdk ada, emang gue pikirin sby dan pemnya!

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...