Hizbut Tahrir Gelak Aksi Demo Depan Istana
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Hizbut Tahrir Gelak Aksi Demo Depan Istana

Minggu, 23 Januari 2011 11:59 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali mengkritisi kinerja Pemerintah dengan menggelar aksi demo di depan Istana Negara, Ahad (23/1).

"Kami sangat prihatin terhadap kinerja Pemerintah yang cenderung gagal menjalankan fungsi-fungsi dasarnya," kata juru bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto.

Ia mengemukakan, pemerintah telah gagal menjalankan fungsi dasarnya untuk mensejahterakan rakyat, melakukan penegakan hukum, menjaga aset kekayaan negara dan lainnya. "Masih banyak masyarakat Indonesia yang berada di garis kemiskinan, meski angkanya menunjukkan penurunan," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Muhammad, Pemerintah juga gagal melakukan penegakan hukum. "Bagaimana bisa ada 148 kepala daerah yang terindikasi korup, belum lagi keterlibatan aparat hukum yang juga korup," tuturnya.
"Kasus korupsi melahirkan korupsi baru melalui mafia hukum, yang bisa mengatur kepolisian, kejaksaan, kehakiman, dan pengacara," tutur Muhammad.

Negara juga gagal melindungi moralitas rakyat. "Banyak survei yang menggambarkan pelajar dan mahasiswa yang melakukan hubungan pranikah," kata Muhammad menambahkan.

Ia menggambarkan, 51 persen pelajar di Jabodetabek terlibat seks bebas, begitu pun di Bandung (52 persen), Surabaya (54 persen), dan Medan (52 persen). ''Pemerintah gagal pula melindungi kekayaan rakyat berupa minyak dan gas, barang tambang, maupun lainnya yang lebih banyak dikuasai pihak asing,'' ucapnya.

Aksi unjuk rasa itu diikuti sekitar 8.000 orang HTI dari Jabodetabek. Mereka datang dengan menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum. Unjuk rasa juga diikuti kaum ibu yang membawa bayi dan balita. Demo diisi dengan orasi menggunakan dua mobil bak terbuka lengkap dengan perangkat sound system. Para pengunjuk rasa juga membentangkan spanduk dan pamflet.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara


748 reads

syamsoel hidayatsyah, Senin, 24 Januari 2011, 09:47

sebgai warga negara yg baik berkewajiban utk mengontrol jln nya pemerintahan siapapun pemimpinnya,korupsi merajela dimana2 dan hukum tidak ada lg yg namanya adil sbnrnya kt tahu hukum itu tdk adil tp kita tdk bs berbuat apa2 malah kt pertontonkan di media masa,kl hukum negara tdk jln ,kt jalankan hukum rimba aja,gitu x

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda