‘SBY Curhat Soal Gaji, Memalukan’

Jumat, 21 Januari 2011, 15:39 WIB
‘SBY Curhat Soal Gaji, Memalukan’
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Curhat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal gajinya yang tidak naik dinilai sangat memalukan. Sebab, sebagai presiden dia seharusnya lebih memikirkan pelayanan kepada masyarakat daripada gajinya.

"Jadi malah kayak karyawan, kayak pekerja, daripada seorang presiden," ujar Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Kadafi, saat dihubungi Republika, Jumat (21/01). Presiden adalah jabatan politik yang dipilih oleh rakyat dengan tujuan untuk melayani masyarakat. Bahkan karena telah dipilih oleh rakyat, tanpa digaji pun presiden harus mau bekerja.

"Kalau presiden memang mau mengejar gaji, ya seharusnya dia dulu jadi Direktur Pertamina atau BI saja," kata Uchok. Curhat SBY soal gajinya ini, dilihat dari acara tempat dia mengungkapkan itu sebenarnya juga tidak pantas. Sebab masih banyak polisi yang gajinya rendah, atau prajurit dengan gaji rendah yang bertugas di perbatasan.

Seperti yang diketahui, Presiden SBY lagi-lagi berbicara soal gajinya yang tidak naik selama tujuh tahun. Setelah sebelumnya mengungkapkan hal yang sama dihadapan para guru, sekarang dia mengungkapkannya di hadapan ratusan perwira TNI/Polri yang mengikuti Rapat Pimpinan TNI/Polri.

Lebih lanjut, Uchok mengatakan, dari sisi anggaran, gaji Rp 62,4 juta per bulan sebenarnya sudah layak dan tidak perlu dinaikkan lagi. Sebab, negara juga sudah membiayai dia dalam segala keperluannya. Tercatat sekitar Rp 11 miliar sampai Rp 13 miliar dana istana digunakan untuk melayani presiden. "Dia juga sudah mendapat pengawalan dari Paspampres," ujarnya. Kalaupun gajinya dinaikkan, apakah kemudian ada jaminan bahwa kinerja presiden akan lebih baik dalam menyejahterakan masyarakat.

 


Redaktur: Johar Arif
Reporter: Rosyid Nurul Hakim
Abu Tsumamah bin Abdullah bin Anas berkata, "Anas menunaikan haji di atas kendaraan, dan ia itu bukan orang yang pelit. Ia menceritakan bahwa Rasulullah menunaikan haji dengan naik kendaraan. Kendaraan itulah yang mengangkut beliau dan barang-barang beliau."(HR Bukhari)
syamil mukhlisov, Selasa, 15 Pebruari 2011, 07:30

@ mang oble cs... kagak tahu ya kalau gaji sby jauh lebih banyak dari pemimpin china dan India yang notabene Macan ASia.. la kita cuma punya trio maksiat macan.. banyak yang bunuh diri, gizi buruk, makan sampah sisa.. bahkan ada orang tua yang tiap terpaksa nyantap tikus... punya otak tolong dipake... jangan marah ya h

Balas
Anonymous, Senin, 7 Pebruari 2011, 12:51

Untuk yang ngepost berita, dan juga yang komentar, pikir dulu baik-baik pake otak.
Jangan jadi anak ingusan yang cuma bisa dengar dongeng terus cuap-cuap kayak orang tolol.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6786931

Balas
Anonymous, Senin, 7 Pebruari 2011, 12:51

Untuk yang ngepost berita, dan juga yang berkomentar, pikir dulu baik-baik pake otak.
Jangan jadi anak ingusan yang cuma bisa dengar dongeng terus cuap-cuap kayak orang tolol.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6786931

Balas
riza zamzami, Jumat, 4 Pebruari 2011, 10:33

presidenku rupanya miskin, kukira selama ini presiden itu sudah tidak butuh apa-apa, tapi ternyata miskin. bagaimana mau mengurus 250 juta lebih penduduknya klo presiden saja masih miskin. semoga tidak miskin hati cuma miskin harta hehehehehe.

Balas
kucing pondok, Selasa, 1 Pebruari 2011, 10:51

sudah waktuny persiden menunjukkan belangnya

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...