Rabu , 29 September 2010, 05:35 WIB

Djoko Santoso: Pensiun Adalah Tugas Prajurit

Red: Djibril Muhammad
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Mantan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan bahwa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan tugas bagi seorang prajurit. "Saya akan melaksanakan tugas pensiun," katanya ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/9), usai acara pelantikan Laksamana TNI Agus Suhartono sebagai Panglima TNI yang baru.

Setelah tidak lagi menjadi panglima, Djoko akan tetap bangun pagi untuk melakukan senam pagi yang sudah menjadi kegiatan rutin, selain membaca. "Hobi saya baca buku," ungkapnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia itu yakin TNI di bawah kepemimpinan Agus Suhartono akan menjadi TNI yang dapat diandalkan. "Tentunya setiap generasi harus lebih baik dari generasi sebelumnya. Pak Agus harus lebih baik dari saya," kata Djoko sambil tersenyum.

Menurut dia, Agus adalah perwira yang baik dan menguasai bidang tugasnya. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Laksamana TNI Agus Suhartono sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang baru, menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso.

Sejumlah pejabat tinggi negara yang hadir dalam acara itu antara lain, Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua Mahkamah Konstitusi Mafud Md., Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo, dan para pimpinan DPR. Para menteri koordinator dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II juga hadir dalam acara pelantikan itu.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Keppres Nomor 51/TNI/2010 tentang Pengangkatan Laksamana TNI Agus Suhartono sebagai Panglima TNI, dan Keppres Nomor 52/TNI/2010 tentang Pengangkatan Laksamana Madya TNI Soeparno sebagai Kepala Staf Angkatan Laut. Setelah itu, Presiden memimpin pembacaan sumpah dan janji jabatan yang diikuti oleh Agus dan Soeparno. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berkas pelantikan.

Sumber : antara