Rabu, 10 Sya'ban 1434 / 19 Juni 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menhan: TNI Masih Kekurangan 275 Ribu Rumah Dinas

Jumat, 31 Desember 2010, 09:40 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengungkapkan, TNI masih kekurangan sekitar 275.000 unit rumah negara/dinas bagi para anggotanya. "Idealnya, kebutuhan rumah negara mencapai sekitar 433 ribu unit, namun saat ini masih kekurangan sekitar 275 ribu unit lagi," kata Purnomo dalam jumpa pers "Refleksi Kinerja Kementerian Pertahanan 2010", di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis.

Menurut dia, Kemhan membutuhkan waktu yang sangat lama, yakni 90 tahun agar kekurangan kebutuhan rumah negara bisa dicapai karena APBN hanya mampu membangun sebanyak 3.000 unit/tahun. Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), sehingga kekurangan rumah negara itu bisa dipenuhi dalam waktu yang lebih singkat.

"Dengan kerja sama tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk membangun kekurangan rumah negara itu bisa dipersingkat. Dari 90 tahun menjadi 50 tahun karena dapat penambahan sekitar 2.000 unit rumah/tahun," katanya.

Tak hanya itu, pada 2011 Kemhan juga akan bekerja sama dengan Menpera akan membangun sekitar 33 Twin Block Rumah Susun Sewa dengan pengadaan 1.000 unit rumah bagi prajurit TNI yang ada di perbatasan hingga tahun 2014. Ia menjelaskan, saat ini tiap angkatan sudah ada tabungan perumahan, sehingga diharapkan bagi anggota TNI yang belum memiliki rumah pribadi bisa menyiapkannya sebelum pensiun.

Kemhan juga berupaya meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI pada 2010 dengan menaikkan tunjangan lauk-pauk dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu/hari. "Tunjangan remunerasi yang diberlakukan per Juli 2010 juga telah dicairkan pada akhir Desember 2010 dan diberikan secara rapel" katanya.

Pemerintah juga sudah memberikan tunjangan khusus bagi prajurit yang ada di pulau-pulau terluar. Di pulau yang tidak ada penduduknya tunjangannya sekitar 150 persen gaji, yang ada penduduknya 100 persen gaji. "Di perbatasan 75 persen gaji dan patroli temporer 50 persen gaji," katanya.


Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant
647 reads
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Seni Lipat Kertas Jepang Ala Palestina
RAMALLAH--Terpisah ribuan kilometer tidak menghalangi masuknya kerajinan tangan khas Jepang, Origami, masuk ke Palestina. Buktinya, kerajinan itu mulai digandrungi masyarakat Palestina....
Content x