Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Keluarga: Gelar Pahlawan Soeharto Terserah Pemerintah

Thursday, 04 November 2010, 00:39 WIB
Komentar : 0
Alm Soeharto
Alm Soeharto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Adik mantan Presiden Soeharto, Probosutedjo, menyatakan bahwa pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah mengenai layak tidaknya gelar pahlawan nasional bagi presiden RI ke-2 tersebut.

"Bagi kami, Pak Harto (Soeharto) lebih dari pahlawan. Tidak ada duanya. Kalau gelar pahlawan nasional, keluarga dalam hal ini terserah pemerintah mau kasih gelar atau tidak. Tapi yang jelas perjuangannya sudah jelas. Pak Harto bukan hanya berjuang mengusir penjajah saja tapi juga melakukan pembangunan," katanya di Jakarta, Rabu (3/11).

Keluarga tidak mengusulkan Soeharto untuk menjadi pahlawan nasional, meski memiliki hak. Menurut dia, usulan Soeharto menjadi pahlawan nasional datang dari masyarakat yang menilai jasa-jasa Soeharto selama ini memang layak untuk dihargai.

"Saya kira sudah jelas pengorbanan Pak Harto terhadap negeri ini, terhadap rakyat Indonesia. Pahlawan atau tidak, tergantung pada manusia-manusia yang masih hidup ini, kalau Pak Harto sudah masa bodoh itu, Pak Harto sudah meninggal. Bangsa yang besar, bisa menghormati jasa para pemimpinnya," katanya.

Menurut dia, masalah gelar pahlawan nasional tergantung kepada pejabat-pejabat yang menilai saat ini dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengatakan, banyak opini yang tidak benar disuarakan oleh banyak aktor setelah Soeharto lengser. "Misalnya soal kekayaannya yang katanya ada di Swiss, ternyata tidak ada, tapi sayang sampai sekarang pemerintah tidak mau mengumumkan berapa harta kekayaan Soeharto," katanya.

Ia menambahkan, pihak keluarga akan membuat museum Jenderal Soeharto di rumah mantan presiden tersebut untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat umum. "Agar semua orang tahu, Pak Harto itu seperti apa," katanya.

Seperti diberitakan, Kementerian Sosial telah menyerahkan sepuluh nama sebagai calon untuk memperoleh gelar pahlawan nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa. Ke-10 nama tersebut adalah mantan Gubernur DKI Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tengah, mantan Presiden HM Soeharto dari Jawa Tengah, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur.

Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat. Ke-10 nama tersebut nantinya akan diseleksi oleh Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa untuk kemudian diusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : antara
"Tidak masuk surga orang yang ada dalam hatinya seberat biji sawi dari kesombongan"((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...