Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Walikota Surabaya Tolak Lokalisasi Dolly Ditutup

Senin, 25 Oktober 2010, 02:38 WIB
Komentar : 0
Walikota Surabaya Tri Rismaharini
Walikota Surabaya Tri Rismaharini

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Walikota Surabaya Tri Rismaharini menentang keras rencana Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo yang merencanakan penutupan lokalisasi Dolly. Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini, menyebut bahwa penolakannya bukan terkait pembelaan untuk melegalkan adanya prostitusi di Surabaya, melainkan penutupan lokalisasi yang disebut-sebut terbesar se-Asia Tenggara tersebut bukan solusi yang pas.

"Saya sudah bertemu Gubernur Jatim, dan saya sampaikan bahwa tak bisa lokalisasi Dolly ditutup," terang Risma, Ahad (24/10). Wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut mengaku khawatir jika ditutup maka pekerja seks komersial (PSK) akan 'berjualan' di pinggir jalan hingga akhirnya menyebar tak terkontrol. "Itu yang saya tak mau," ujar Risma.

Menurutnya, penghuni lokalisasi Dolly itu kebanyakan berlatar belakang keluarga miskin. Sehingga akar masalahnya adalah kemiskinan, yang membuat banyak wanita tercebur dalam dunia prostitusi. "Kita harus tahu akar masalahnya. Jika kemiskinan, kita harus tangani itu dulu," ucap wali kota yang diusung PDIP tersebut.

Risma melanjutkan bahwa pihaknya sudah punya strategi mengatasi masalah sosial terkait adanya lokalisasi Dolly. Ia akan menggunakan pendekatan fisik maupun nonfisik untuk mengurangi jumlah PSK yang berdasar data terakhir petugas Kecamatan Sawahan mencapai 1.050 orang.

"Kalau untuk nonfisik itu, misalnya ya dengan pengajian dan tambahan kegiatan rohani lainnya. Kan ada masjid-masjid di dekat sana itu yang mengadakan kegiatan. Untuk pendekatan nonfisiknya saya belum mau katakan masih rahasia," katanya berteka-teki.

Risma mengaku tak khawatir dengan kebijakannya yang bakal mengundang kecaman warga Surabaya. Ia mengungkap, 95 persen penghuni wisma Dolly sebenarnya bukan dari Surabaya, melainkan dari berbagai daerah di Jatim. Maka itu, ia menargetkan pada 2011, konsep yang dirancangnya akan dilaporkan kepada Gubernur Jatim, sebagai langkah pengganti penutupan lokalisasi Dolly.

"Intinya kan gimana caranya untuk menertibkan para PSK. Orang kesitu (Dolly) kan memang untuk itu. Nah, konsep yang saya buat itu nanti mempertimbangkan hal itu," tukas Risma.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo mendesak agar penutupan lokalisasi Dolly segera dilakukan. Karena yang memiliki wewenang adalah Pemkot Surabaya, maka pihaknya akan memberi dukungan dan bantuan jika diminta agar lokalisasi Dolly tak lagi eksis di Surabaya.

"Akar masalah penghuni Dolly bukan melulu kemiskinan, jadi kami akan dorong terus agar Dolly ditutup. Saya terima jika rencana ini ada muatan politis, tapi tujuannya bagus," tegas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Djibril Muhammad
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  herman Rabu, 21 November 2012, 20:52
dolly itu memalukan,..lokalisasi terbesar di asia tenggara..harus di tutup segera..sangat memalukan..di jakarta pun kramat tunggak sudah di tutup sejak lama... dan itu membawa kebaikan....yg tidak setujju dolly di tutup mugkin dia sering kesana kalii,.. awas lo kena aids...
  LWG Kamis, 21 Juli 2011, 14:32
doli aset kita kalau kita tutup apakah anda-anda yang setuju ditutup mampu mengatasi angka kemiskinaN
dan anda sanggup HIV aids akan meludak penderitanya.
karena dengan adanya doli kita bisa mengurangi hal-hal negativ yang sering kita lihat dan coba kita berfikir lebih ke sosial...........
  angceng Kamis, 9 Juni 2011, 16:46
Itu sih manouver politiknya si Soekarwo yg mau mendongkrak popularitasnya dg cara murahan...dan gampang....

Kita gak segoblok itu melihat hal ini pak Karwo... Politik kok murahan...
  arpuz Rabu, 9 Februari 2011, 16:06
Lokalisasi Dolly harus Ditutup
itu harga mati tidak bisa di tawar lagi
  herry Selasa, 23 November 2010, 12:40
mau ditutup atau tidak, yg pasti prostitusi akan selalu mengiringi berputarnya dunia ini... Itulah dunia fana.. Ia diciptakan antara "sisi baik" dan "sisi buruk"... Jadi persoalannya adalah pada PILIHAN... Mau "sisi baik" atau "sisi buruk"... SILAKAN PILIH...!!!