Hadad Alwi: Penyisipan Kata Yesus untuk Picu Konflik Antarumat Beragama

Thursday, 14 October 2010, 21:46 WIB
Hadad Alwi: Penyisipan Kata Yesus untuk Picu Konflik Antarumat Beragama
Hadad Alwi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pengarang sekaligus penyanyi lagu Muhammad Nabiku, Haddad Alwi, terkejut mendengar kabar ada kata 'Jesus' dalam VCD bajakannya. "Saya kecewa," katanya, melihat lagu Islamnya justru didompleng pihak yang tak bertanggung jawab dengan menyisipkan kata 'Jesus'.

Ia belum melihat langsung video klip tersebut. Namun, telepon genggamnya sudah penuh oleh pesan singkat dari rekan-rekannya yang mengabarkan demikian. Haddad khawatir pola semacam ini berniat untuk memicu konflik antarumat beragama yang ada di Indonesia. "Saya khawatir tujuannya memang seperti itu. Saya juga sangat menyayangkan ulah dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini."

Yang aneh, lanjut Haddad, sebenarnya ia belum pernah sekalipun mengeluarkan album VCD untuk album terbarunya. Malah baru pekan depan rencana pengambilan gambar untuk album VCD itu mau dilaksanakan.

Dari sembilan lagu, Haddad mengaku, pada syuting pekan depan ia hanya akan membuat delapan video klip. Karena, satu lagu lainnya sudah lebih dulu wara-wiri di televisi pada bulan Ramadhan lalu.

Dari pengamatan sekilas, ada dua kemungkinan video klip "Muhammad Nabiku" ini berakhiran 'Jesus'. Pertama, pembuat video klip bajakan sengaja membuat video yang berakhiran 'Jesus', kemudian menambahkan lagu Haddad Alwi di dalamnya.

Kedua, video klip ini sudah diedit sedemikian rupa sehingga memasukkan adegan yang menulis kata 'Jesus'. Memang ada sejumlah kejanggalan dalam adegan 'Jesus' yang tampak tidak sinkron dengan adegan sebelumnya. Seperti adanya pena yang dipegang lelaki tua maupun bentuk wadah tinta kaligrafi yang berbeda.

Lalu dari mana video klip berasal? Haddad menggeleng tak tahu. Ia lantas menampik jika hadirnya materi bajakan itu sebagai promo awal untuk mengangkat albumnya. "Justru (hadirnya bajakan) ini sangat mengecewakan kita karena tujuan kami membuat album "Muhammad Nabiku" ini adalah untuk mendidik anak-anak Muslim. Hadirnya ini tentu sangat bertolak belakang dengan tujuan kami," ujarnya.

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: Mursalin Yaslan/Mohammad Akbar
Rasulullah saw bersabda: "Islam itu dibangun atas lima pilar: 1. Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Mengeluarkan zakat, 4. Melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan 5. Berpuasa Ramadhan." ( HR. Bukhari dan Muslim)
Agus Resi Arega, Tuesday, 19 October 2010, 21:04

Kebiasa'an gue kena dampaknya,coz aku malah padu dEWE2

Balas
oj4nBL4NK, Saturday, 16 October 2010, 00:14

ayo pak polisi,,tangkap orang gila yang tak bertanggung jawab itu,,,kalo udah tertangkap lalu penggal aja kepalanya sampe mampuZ

Balas
yusuf, Thursday, 14 October 2010, 23:04

Cepet ditangkap dan diadili pembuatnya... Polisi harus adil bagi semua warga negara. Kerahkan Densus 88 biar kapok pembuat onarnya!!! Ingat,polisi digaji dari uang pajak rakyat yg mayoritas Muslim!

Balas
muhammad, Thursday, 14 October 2010, 21:39

orang indo itu trlalu gampang kemakan isu, blm meneliti scra detail tntang klip yg ada d vcd bajakan tersebut, lgsng nyimpul2in aja, saya sudah melihat klip bajakan itu d youtube, dan sbnernya itu klip lagunya yusuf islam yg judulnya a is for allah&klip tersebut itu g berenti smpe d kt jesus msih ada lanjutannya....

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...