Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemerintah Janjikan Peningkatan Kesejahteraan Prajurit

Selasa, 05 Oktober 2010, 21:56 WIB
Komentar : 0
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, dengan kemampuan yang dimiliki negara saat ini, pemerintah telah dan akan terus meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Peningkatan kesejahteraan prajurit ini di lakukan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan para Abdi Negara, serta sejalan pula dengan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Saya instruksikan kepada Menteri Keuangan, Menteri Pertahanan, dan Panglima TNI untuk menyusun kebijakan pemberian kesejahteraan bagi prajurit TNI, yang selaras dengan tugas dan tanggung jawab yang diembannya," kata Presiden dalam Upacara Parade Peringatan HUT TNI ke-65 di lapangan Skadron 17 Lanud Halim Perdanakusumah, Selasa (5/10).

"Berikan insentif bagi para prajurit yang bertugas di daerah perbatasan, daerah terpencil, dan pulau-pulau terdepan di negeri ini," kata Presiden. Dalam kesempatan itu, Presiden meminta untuk disusun kebijakan dan program pembangunan perumahan dinas di jajaran TNI, kemudian kebijakan dan program itu sungguh-sungguh dilaksanakan.

"Ketersedian rumah dinas sangat penting bagi kesiagaan para Perwira, Bintara dan Tamtama dalam menjalankan tugasnya," katanya. Presiden berharap agar program Tabungan Wajib Perumahan (TWP) untuk pengadaan perumahan pribadi bagi prajurit TNI, dapat dilanjutkan dan dikelola dengan baik.

Menurut Presiden, perlu yakinkan para prajurit dapat mengangsur rumah pribadinya, agar kelak saat memasuki usia pensiun para prajurit TNI dapat memiliki rumah sendiri yang layak, serta sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Di akhir pidato, kepada seluruh prajurit TNI di mana pun bertugas dan berada, Presiden ucapkan selamat bertugas, pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

"Berikan pengabdian yang terbaik kepada rakyat, bangsa, dan negara tercinta. Jadilah tentara rakyat dan tentara pejuang yang profesional, yang selalu menjadi dambaan serta kebanggaan seluruh warga bangsa," kata Presiden disaksikan 5.000 pasukan upacara dan ratusan undangan lainnya. Upacara dilanjutkan dengan defile pasukan dan aksi pesawat tempur TNI AU.

Reporter : M Ikhsan Shiddieqy
Redaktur : Budi Raharjo
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...