Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Waspadai Curah Hujan Tinggi Sepanjang Oktober-Desember

Selasa, 05 Oktober 2010, 00:54 WIB
Komentar : 0
*
Hujan. Ilustrasi
Hujan. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pada Oktober-Desember 2010, curah hujan umumnya diperkirakan di atas normal. Curah hujan normalnya berkisar 150 milimeter. Di musim penghujan ini, rata-rata curah hujan di wilayah Indonesia adalah 200-300 milimeter. "Beberapa daerah mengalami curah hujan 300-400 milimeter, namun ada juga yang berkisar 50-150 milimeter," kata Kepala Bidang Informasi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo saat dihubungi di Jakarta, Senin (04/10) siang.

Untuk sifat-sifat musim penghujan yang dihadapi pada bulan-bulan mendatang memang bervariasi di tiap-tiap daerah. ''Masing-masing daerah memiliki karakter cuaca dan iklim sendiri. Contohnya saja Bogor, kalau sehari-hari saja di musim kemarau, hujannya di atas normal, maka di musim penghujan, curah hujannya dirasakan seperti biasa. Tapi, coba kalau di NTT yang jarang hujan, lalu dapat hujan di atas normal. Tentu mereka merasakan pengaruh musim yang sangat beda. Ini juga berpengaruh terhadap pertanian.''

Daerah-daerah yang memiliki curah hujan sekitar 200-300 milimeter adalah Sumatra Utara, Sumatra bagian tengah dan barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan dan Timur, Papua, Jawa Barat sebelah utara, dan Jawa Timur.

Beberapa daerah di bawah rata-rata perkiraan adalah di Sulawesi yang berkisar 100-200 milimeter. Ada pula pulau-pulau di deretan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang curah hujannya di berkisar 50-150 milimeter. Sedangkan di beberapa daerah yang memiliki pegunungan, umumnya curah hujannya sekitar 300-400 milimeter. Daerah-daerahnya antara lain Jakarta, Bogor, Tasikmalaya, selatan Pangandaran, beberapa daerah di Papua, Kalimantan Barat, dan beberapa wilayah di Sumatra. ''Jadi, pada umumnya untuk sifat curah hujan di musim penghujan ini adalah di atas normal.''

Pengaruh rendahnya tekanan dari El Nino dan besarnya La Nina masih membuat curah hujan yang tinggi di wilayah Indonesia. Hal ini juga masih terkait dengan kondisi iklim global di kawasan Asia dan Pasifik. Ini pula, kata Prabowo, yang menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau yang basah atau masih memiliki hujan yang cukup banyak. ''Di musim kemarau Maret-Agustus ini, kondisi suhu muka laut lebih hangat sehingga pembentukan awan hujan yang lebih besar. Itulah sebabnya kita mengalami kemarau basah. Makanya, pada saat masuk musim penghujan, tidak begitu terasa perbedaannya.''

Reporter : dewi Mardiani
Redaktur : Siwi Tri Puji B
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...