Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ibu Hamil Tiga Bulan Terjepit di Badan Kereta

Sabtu, 02 Oktober 2010, 20:20 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,PEMALANG--Wanita muda itu sepertinya sudah kehabisan tenaga. Untuk bersuara saja dia sudah tak mampu apalagi menggerak-gerakkan tangannya. Darah yang mengucur di kening serta kakinya bercampur dengan keringat.

Inilah nasib malang yang menimpa seorang wanita hamil sekitar tiga bulan yang sedang berupaya lolos dari maut. Hingga pukul 08.45 tim penolong masih berjuang keras menyelamatkan puluhan penumpang yang masih terjepit di dua gerbong Kereta Api Senja Utama yang terguling itu.

Wanita yang tidak diketahui jatidirinya ini berada di lorong kereta paling belakang. Untuk menjangkau ke sana, tim SAR harus menyelamatkan para penumpang yang juga terjepit di bagian depan. Entah sampai kapan tim SAR berhasil menyelamatkan ibu malang tersebut. Apakah ia masih bertahan atau tidak.

Kapolres Pemalang AKBP Sofyan Nugroho mengaku mengupayakan penyelamatan untuk semua penumpang termasuk ibu hamil tadi. ‘’Kita sudah minta tim medis untuk korban terjepit dan membutuhkan pertolongan agar ditangani dulu,’’ jelasnya.

Sofyan menyatakan, jumlah korban masih terus bertambah. Yang pasti saat ini sudah 29 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal. 10 orang sudah dikirim ke RSUD Dr Ashari dan sisanya di Rumah Sakit Santa Maria. Menurutnya, masih ada puluhan penumpang yang terjepit di dua gerbong dan butuh pertolongan. ‘’Saya tidak bisa memastikan apakah mereka masih hidup atau tidak. Yang penting kita evakuasi dulu,’’ katanya kepada wartawan.

Reporter : indra wisnu
Redaktur : Krisman Purwoko
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Sikumbang89 Minggu, 3 Oktober 2010, 16:17
Di Indonesia kapabilitas menteri masih dipertanyakan!! masa menteri di Indonesia seenaknya aja diposisikan ditempat yang tidak semestinya, apalagi presiden kita yang cerdas tapi takuttt! payah revolusi sistem nih mestinya!
  Aly Minggu, 3 Oktober 2010, 05:30
mudah2an terselamatkan
amin...!!
  ergie rahman Minggu, 3 Oktober 2010, 05:28
Sang menteri di tanya wartawan sinyalnya di operesikan oleh manusia atau komputer. Apa jawabannya. Sinyalnya itu khan elektrik (LOL). Sang menteri anda harus bertanggung jawab dengan mengundurkan diri dan minta ampun padaNya.