Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

TNI AU akan Beli Lagi Pesawat Tempur Sukhoi

Monday, 27 September 2010, 22:58 WIB
Komentar : 0
Pesawat tempur Sukhoi TNI AU
Pesawat tempur Sukhoi TNI AU

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR--Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan TNI AU akan membeli lagi pesawat tempur Sukhoi dari Rusia hingga mencapai satu skuadron atau 16 pesawat. ''Renstra (rencana strategis) tahun 2010-2014 telah menetapkan pembelian pesawat tempur Sukhoi hingga satu skuadron,'' katanya di Makassar, Senin (27/9), usai menyaksikan serah terima tiga Sukhoi tipe SU-27 SKM dari pemerintah Rusia.

Sedangkan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat mengatakan, pengadaan pesawat Sukhoi tersebut telah dilakukan secara bertahap dengan pengiriman empat pesawat yang kemudian disusul dengan tiga pesawat, dan tiga pesawat lagi.

Purnomo mengatakan, pengadaan pesawat tempur Sukhoi itu sangat dimungkinkan karena pemerintah Rusia siap menyediakan berapa pun jumlah pesawat tempur itu sesuai dengan permintaan Indonesia. Ia juga menayatakan, selain pesawat Sukhoi, Kementerian Pertahanan bersama Mabes TNI serta Mabes TNI AU juga akan membeli jenis-jenis pesawat lainnya seperti F-16 serta pesawat pengganti Hawk dari Australia.

Sementara itu, ketika ditanya tentang senjata di pesawat Sukhoi, Menhan mengakui bahwa ketiga pesawat Sukhoi terakhir itu memang tidak dilengkapi senjata rudal. Hal itu, katanya, antara lain disebabkan karena pabrik senjata berbeda dengan pabrik Sukhoi itu sehingga tidak menjadi satu paket.

Namun Purnomo menegaskan, sekali pun Sukhoi tidak dilengkapi dengan rudal, TNI kini sudah memesan bom dari Turen, Jawa Timur. Di Turen, Malang, terdapat pabrik amunisi milik PT Pindad yang mempunyai spesialisasi untuk menghasilkan amunisi dan juga senjata.

Reporter : Antara
Redaktur : Budi Raharjo
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
WNI dan Investor AS Optimis pada Kepemimpinan Jokowi
WASHINGTON DC -- Pelantikan Presiden Joko Widodo mendapat reson positif dari investor serta WNI di AS. Perseteruan politik antara kubu Jokowi dan Prabowo...