Friday, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Calon Panglima TNI: Reformasi TNI Masih Perlu Disempurnakan

Friday, 24 September 2010, 01:02 WIB
Komentar : 0
Prajurit TNI
Prajurit TNI

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Calon Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, mengakui reformasi internal TNI masih perlu disempurnakan dalam masa-masa mendatang. ''Beberapa hal yang masih perlu disempurnakan dalam reformasi internal TNI antara lain bisnis TNI, peradilan militer dan aspek kultural,'' katanya, saat uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR di Jakarta, Kamis (23/9).

Agus yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut mengatakan, reformasi internal TNI dilakukan dalam rangka pembaharuan institusi melalui langkah konstruktif yang meliputi aspek kultural, doktrin dan struktural. ''Apa yang telah dilakukan TNI dalam mereformasi dirinya telah pula dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,'' ujarnya.

Namun, reformasi yang telah dilakukan selama hampir 11 tahun masih perlu disempurnakan di waktu-waktu mendatang, lanjut Agus. Ia mengemukakan, upaya penyelesaian reformasi internal TNI membutuhkan waktu dan proses mengingat TNI bukan lembaga yang berdiri sendiri, namun terkait dengan institusi lain. ''Sedangkan reformasi aspek kultural membutuhkan waktu karena berkaitan dengan budaya dan kondisi lingkungan,'' ucapnya menegaskan.

Terkait netralitas, Agus menuturkan, TNI telah menunjukkan sikap netral pada Pemilu 2004 dan 2009, termasuk pada pemilu kepala daerah. ''Ke depan, netralitas ini harus dipertahankan untuk mendukung terwujudnya pemerintah yang bersih dan TNI berkomitmen menerapkan transparan dalam penggunaan anggaran sesuai peraturan undang-undang yang berlaku,'' tutur Agus menambahkan.

Reporter : Antara
Redaktur : Budi Raharjo
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...