FKUB Sudah Curiga Ada Test Case di Kasus HKBP Bekasi

Rabu, 22 September 2010 03:54 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI--Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi sudah mencurigai adanya test case di balik kasus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Ciketing Bekasi, Jawa Barat.

"Ini seperti ada grand design tapi kita tidak tahu apa sebenarnya di balik semua ini" ujar ketua FKUB Kota Bekasi, Badruzzaman Busyairi kepada wartawan sesaat setelah melakukan pertemuan dengan Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) di kantor FKUB Jalan Veteran kota Bekasi, Selasa (21/9).

Kecurigaan tersebut, kata Badru, telah disampaikan saat pertemuan di kantor kementrian dalam negeri sebelum peristiwa 12 September terjadi. "Saat itu forum bersambut dan mengatakan jangan-jangan di Bekasi memang ada test case" ujarnya.

Jika test case tersebut berhasil, maka pihak di balik kasus HKBP Bekasi ini akan mencoba di daerah lainnya. FKUB telah melontarkan terlebih dahulu kecurigaan tersebut. Alasannya dari enam kasus yang hampir sama di Bekasi, hanya satu yang tidak bisa diselesaikan di tingkat kelurahan atau kecamatan. "Lima kasus lain HKBP bisa diselesaikan dengan baik di tingkat kecamatan atau kelurahan tapi ini sampai tingkat atas" ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama ketua koordinasi nasional GPP, Damien Dematra mengungkapkan, hasil investigasi dari tim yang dibentuknya ada kelompok politik nasional yang memang tidak menginginkan kasus HKBP Bekasi ini tak tuntas. Tim itu menemukan fakta sesuai data yang data bahwa kelompok tersebut menjadikan kasus HKBP di Bekasi sebagai test case.

Motifnya, lanjut Damien, adalah motif politik dan sama sekali bukan motif keagamaan. "Kami tidak bisa mengungkapkan di media dulu karena proses mediasi masih kita usahakan terus antara kedua pihak" katanya. Tim GPP mengaku melakukan investigasi dengan netral tanpa berpihak pada siapa pun atau kelompok manapun.

Damien mengatakan, dari awal investigasi pihaknya bersikeras agar investigasi benar-benar mengangkat kasus sesuai fakta di lapangan.

Redaktur: Endro Yuwanto
Reporter: Maryana


1970 reads

idawati sitompul, Senin, 27 September 2010, 02:14

indonesia tetap lbh toleran & islam tetap agama yg paling toleran,org2 kristen ngakunya aja punya kasih,tp cuma dimulut doang,mrk menganggap org diluar kristen itu adlh org yg tersesat jd hrs disadarkan dg cara dikristenkan.

Balas
johan, Minggu, 26 September 2010, 20:23

Indonesia bukanlah negera Barat. Agama itu hubungan manusia dengan Tuhan. Jika Anda merasa Allah perlu dibela berarti Anda lebih kuasa donk

Balas
saodah, Minggu, 26 September 2010, 03:29

ya_Allah Lindungilah sdr2 muslim kami dr sgala fitnah dan jd kn lah negri kami negri yg aman dan damai AamiiN_

spa coba yg tlah membunuh umt islam di Cesnya,AfgAniStAn menghancurkn negri irak atas dsar fitnah yg tak trbukti smpai skrg, membuat drita kaum muslim palestin, it krj'n spa sdar donk_msa IslAM Allahu Akbar3x

Balas
natane, Sabtu, 25 September 2010, 20:15

ini golkar kalo gak berkuasa kerjanya ngaduk2 mulu
buktinya waktu golkar berkuasa, kerusuhan SARA di daerah2 mendadak berhenti

Balas
Man Manal, Sabtu, 25 September 2010, 16:56

Bohong ah!!!. Itu kan menurut anda! Investigasi bisa nggak netral. Mustahil. Perlu diperhatikan, Tidak Ada Kristen Radikal dengan berbuat kekacauan. Yang ada di negeri ini hanylah teroris dari kelompok yang mengaku dirinya toleran.

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda