FPI Klarifikasi Insiden di Ciketing Bekasi

Kamis, 16 September 2010 18:33 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab angkat bicara terhadap insiden Ciketing Bekasi.

''Perisitwa Bekasi Ahad 3 Syawal 1431 H/12 September 2010 bukan perencanaan, tapi insiden. Bukan penghadangan tapi perkelahian. Bukan penusukan tapi tertusuk. Karena sembilan pelaku adalah ikhwan yang sedang lewat berpapasan dengan 200 HKBP. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk, dan saling terluka,'' ujar Habib Rizieq pada Republika, di Jakarta, Kamis (16/9).

Ditambahkan Habib Rizieq, jika perencanaan, mana mungkin sembilan ikhwan berbaju Muslim dengan identitas terbuka. ''Jika penghadangan, mana mungkin sembilan menghadang 200 orang. Jika penusukan, mana mungkin sembilan ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga,'' jelasnya.

Menurut Habib Rizieq, Ketua FPI Bekasi Raya dinonaktifkan DPP FPI bukan karena salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat berat tantangannya.

''Beliau pejuang, bukan pecundang, beliau tidak ada di lokasi kejadian. Beliau hanya kirim SMS ajakan kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing, tapi dituduh sebagai provokator. Sementara para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa, dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga Muslim, tak satu pun diperiksa,'' papar Habib Rizieq.

Bahkan menurut Habib Rizieq, muncul sejumlah pertanyaan terkait penanganan insiden Bekasi oleh aparat. Pertanyaannya, lanjut dia, mengapa para pendeta HKBP yang jadi provokator insiden tidak diperiksa.

Lantas, kata Habib Rizieq, mengapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang menggelar konvoi keliling perumahan warga Muslim dengan lagu-lagu gereja secara demonstratif dibiarkan. ''Kenapa dua pendeta yang membawa pistol dan menembakannya ke warga pada insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap? Kenapa dua jemaat HKBP, Purba dan Sinaga yang membawa pisau saat insiden 12 September 2010 sudah ditangkap lalu dilepas. Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan menusuk sembilan ikhwan tidak ditangkap? Keadilan harus ditegakkan,'' tegasnya.

Redaktur: Endro Yuwanto
Reporter: Rahmat Santosa B


10405 reads

Abu Jihad, Senin, 4 Oktober 2010, 21:14

Semoga FPI menyadari kekeliruannya, kembali ke manhaj Islam yang benar, dan belajar menjadi muslim yang penuh kasih sayang, serta mempraktekkan dan menebarkan rahmat kepada umat manusia

Balas
asep ismadi, Selasa, 28 September 2010, 05:24

Allohu Akbar ! ! ! tegak kan keadilan !

Balas
daschund, Sabtu, 25 September 2010, 20:15

@ must hadi, emang FPI selalu salah, emangnya juga yang anti FPI selalu benar? koreksi diri anda sendiri. Apa yang sudah anda lakukan terhadap Islam (membela kemuliaannya)? Kalau anda hanya bisa omong doang, mendingan anda tidur aja di rumah, jangan lupa cebok dan cuci kaki, lalu menghayallah terus ttg surga...

Balas
must hadi, Kamis, 23 September 2010, 20:46

bravo fpi, pinter banget melihat suatu masalah dengan sudut pandang yang membenarkan mereka... gak papa kok... mereka kan sudah punya kapling di surga ...

Balas
Pantji, Rabu, 22 September 2010, 02:16

"Sungguh tidak akan ridha orang=2 yahudi & nashrani kepada kalian (ummat Islam) sampai kalian mengikutinya". WASPADALAH & MARI Tegakkan JIHAD...!

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda