Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menhan Pastikan Indonesia akan Bangun Full Skuadron Sukhoi

Kamis, 16 September 2010, 07:01 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia akan membangun Full Skuadron Sukhoi dan F-16, di samping membangun skuadron light fighter guna mengimbangi salah satu Hawk 109.

''Kita akan membangun satu skuadron sifatnya counter overtent, mengganti OVB10, yang akan digunakan untuk melakukan operasi perbatasan yang mempunyai kemampuan terbang rendah sehingga dapat mengawasan perbatasan lebih efektif,'' kata Purnomo kepada wartawan di Kemhan, Rabu (15/9).

Kemudian Indonesia juga akan membangun skuadron light fighter yang dulu punya Hawk 109. ''Masih efektif kita retrofit di samping akan ditambahkan lagi. Biasanya kita pakai patroli di Pekan Baru dan Singkawang,'' jelas Purnomo.

Selain itu 3 skuadron skyhawk sudah ada. Harapannya, kata Purnomo, bisa tambahkan untuk straghting process. ''Sehingga full skuadron,” tegasnya.

Menanggapi rencana operasi Pesawat Tempur Sukhoi yang akan dipakai HUT TNI pada 5 Oktober 2010 mendatang, Purnomo memastikan kasus kematian tiga teknisi Sukhoi tidak akan mengganggu rencana tersebut. ''Sudah dipastikan dengan Kasau bahwa kasus kematian teknisi tersebut tidak akan mengganggu operasional Sukhoi. Apalagi nanti digunakan pada HUT TNI,” katanya.

Selain itu, timbang terima tiga pesawat tempur Sukhoi dari Rusia ke Indonesia tetap dilaksanakan pada 27 September mendatang di Makassar. “Saya akan ke Makassar menjadi saksi untuk timbang terima Sukhoi dari pihak Rusia ke Indonesia,” jelasnya.

Redaktur : Endro Yuwanto
Sumber : kominfo-newsroom
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  rendy Kamis, 30 September 2010, 17:11
saya tu kecewa ma para dewan yang lupa kewajibannya. selalu menuntut hak pribadi,hak partai and ....... banyak yang perlu di benahi dari segi hankam di negeri ini.
  bedhu Kamis, 16 September 2010, 18:07
Andaikan para pemimpin negeri ini amanah dan tidak korup, saya yakin negri ini tak akan disepelekan negri kecil kayak malay itu, tolong dhong pak pemimpin negeri jangan hanya perut yg dipikirin, Indonesia Negara yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem, Ayo kita jaga bersama, beli tu kapal n pesawat tempur yang akeh.
  sandy Kamis, 16 September 2010, 17:31
kenapa negara kita yang banyak uang malah dikorupsi ..bukan buat beli persenjataan dan alat perang atau buat tenaga listrik nuklir...

pemimpin negara ini cuma mikirin jangka pendek sih... dan kepentingan kelompok dan partai.
  MAEL PASMAS Kamis, 16 September 2010, 04:26
Sudah pun RI akan membangun FS Sukhoi, F-16 & Light Fighter bg mengimbangi satu Haw 109. Pesawat tempur Sukhoi mampu terbang laju, pusingan dekat, berupaya memintas & boleh terbang rendah utk mengawal perbatasan meritim & daratan antardua negara. PESAWAT TEMPUR PELBAGAI JENAMA AKAN MENGUNTUNGKAN NEGARA & JIRANNYA?