FPI Bantah Berada di Belakang Peristiwa HKBP

Selasa, 14 September 2010, 06:09 WIB
,
FPI Bantah Berada di Belakang Peristiwa HKBP
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Front pembela Islam (FPI) membantah berada di belakang peristiwa penganiayaan dan penusukan terhadap dua jemaah HKBP di Bekasi. Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad, (12/9). Dewan Pimpinan Pusat (DPP)-FPI pun menyatakan sikapnya pada Senin, (13/9) di markas FPI di Jalan Petamburan III No 5, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ketua Umum FPI, Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab menyampaikan enam poin yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Pertama, ia menyatakan bahwa anggota FPI dilarang keras melakukan penganiayaan dan pembunuhan atau menggunakan senjata api maupun senjata tajam dalam aksi apapun.  "Isu keterlibatan FPI dalam peristiwa tersebut adalah fitnah," katanya.

DPP-FPI berpendapat bahwa konflik dengan warga Mustika Jaya di Bekasi merupakan murni konflik hukum dan bukan konflik agama. Ia menegaskan bahwa yang diprotes masyarakat bukan persoalan beribadahnya, tetapi prosedur hukum pendirian rumah ibadah. "Tidak peduli Islam atau Kristen, yang bersalah harus diproses secara hukum," katanya.

Selain itu, FPI juga menyatakan prihatin dan menyesalkan serta mengecam keras tindakan penganiayaan dan penusukan tersebut. Ia juga menyerukan agar para pelaku agar secepatnya menyerahkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum. Termasuk menginstruksikan kepada DPW-FPI Bekasi untuk membantu pihak kepolisian untuk mengusut pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: c22
Rasulullah saw bersabda: "Islam itu dibangun atas lima pilar: 1. Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Mengeluarkan zakat, 4. Melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan 5. Berpuasa Ramadhan." ( HR. Bukhari dan Muslim)
Patrick, Jumat, 17 September 2010, 20:14

Jaman pergolakan lawan belanda dulu,banyak pejuang indonesia yg dengan granat di tangan masuk ke tangsi belanda,sehingga bawa korban pihak belanda & dirinya sendiri, menurut Ryannzha tuh pejuang gak diakui dunia akhirat sebab bunuhin belanda, dgn kata lain dia mikir nyanyiin aja lagu AA Gym "jagalah hati" belanda tobat

Balas
Ryannzha, Rabu, 15 September 2010, 02:13

Kejadian penusukan dan pemukulan anggota HKBP itu menusuk hati umat Muslim lainnya, dan mencoreng nama Islam yang sesuai dgn fitrah nya yaitu "Damai".

Pelaku tidak akan diakui sebagai orang Islam, baik di dunia maupun di akhirat. Sama seperti pelaku bom bunuh diri yg sama sekali bertolak dgn ajaran Islam.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...