
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Beberapa santri tidak diperkenankan menjenguk pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin, Jawa Tengah, ustaz Abu Bakar Ba`asyir di ruang tahanan Badan Reserse dan Kriminal Polri, Jumat (10/9). Ada enam orang santri yang ingin menjenguk tapi tidak diperkenankan petugas piket karena jadwal jenguk adalah jam 15.00 sampai 18.00 WIB.
"Saya ke sini mau antarkan makanan lebaran buat ustad Abu, kasihan dia mau makan," kata Endang, salah seorang kerabat Ba`asyir.
Sementara itu, Jamal anggota Mujahidin bersama dua orang anaknya Masyitoh dan Abdulrochim yang merupakan alumni pondok pesantren Al Mukmin, Ngruki, Jawa Tengah kecewa karena mengira diperkenankan jenguk Ba`asyir. "Petugas piket bagian depan katanya kita boleh masuk, ternyata gak boleh jenguk," katanya.
Jamal mengungkapkan sengaja menjenguk Ba`asyir setelah menunaikan salat Idul Fitri, untuk silaturahmi. "Kalau gak diperkenankan siang ini yah, saya nunggu aja sampai waktu jenguk tiba," kata Jamal.
Sementara itu, assisten Ba`asyir, Hasyim Abdullah yang diperkenankan menjenguk Ba`asyir mengatakan jadwalnya tetap, tapi hari kedua lebaran baru jam 09.00 sampai 12.00 WIB. "Rencananya pada sore nanti baru keluarga ustad Abu akan menjenguk," kata Hasyim.
PAK KYAI, SEMOGA TETAP ISTIQOMAH, DAN MATI DALAM KEADAAN KHUSNUL KHATIMAH. PARA PENGANJUR KEBENARAN SELALU MENDAPAT TENTANGAN, TERMASUK PARA NABI. ITULAH RESIKO PERJUANGAN. SABAR DAN BERSERAH DIRI SAJA. SEKARANG, BIBIT2 JAMAN ORDE BARU SEDANG BEERSEMI KEMBALI
BalasAda atau tidak yang berani menanyakan pendapat Ustad ini tentang demo menentang mesjid di Ground Zero New York dan rencana pendeta gila Jones yang akan membakar Al Qur'an Nul Karim?
Balas