Diplomasi dengan Malaysia Perlu Didukung Manuver Militer

Jumat, 03 September 2010, 22:40 WIB
Diplomasi dengan Malaysia Perlu Didukung Manuver Militer
Armada kapal perang TNI

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Pengamat hubungan internasional, Basis Susilo MA, menilai manuver militer perlu mendukung jalur diplomatik untuk menekan Malaysia. ''Untuk menekan Malaysia, saya kira setiap jalur diplomatik perlu didukung manuver militer, tapi bukan perang,'' katanya di Surabaya, Jumat (3/9).

Ia mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi tentang sikap pemerintah yang terkesan lunak dalam menghadapi negeri jiran itu. Menurut dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, manuver militer yang mendukung jalur diplomatik itu sudah biasa dilakukan di banyak negara. ''Cina selalu menggunakan manuver militer di kawasan terluar bila menyikapi Taiwan, tapi manuver militer itu tetap bukan untuk perang,'' tuturnya.

Dekan Fisip Unair itu menyatakan, aksi militer merupakan show force dari militer untuk memaksa negara lain supaya tidak mempermainkan negara lain. ''Misalnya, kita perlu mendesak Malaysia untuk meminta maaf atas perlakuan tidak manusiawi terhadap petugas DKP. Itu tidak ada kaitannya dengan hukum, tapi etika hubungan internasional,'' katanya menegaskan.

Ia menilai, petugas DKP di perbatasan terluar itu merupakan wakil dari pemerintah Indonesia, karena itu perlakuan terhadap mereka berarti perlakuan terhadap Indonesia. ''Etika itu bergantung kepada sikap dari negara lain terhadap petugas DKP itu. Kalau sampai ada perlakuan tidak manusiawi maka kita berhak menuntut permintaan maaf itu,'' tegasnya.

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: Antara
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Bila telah selesai melempar dan mencukur, maka dihalalkan untukmu memakai wewangian dan segala sesuatu kecuali perempuan." (HR Muslim)
Mastik, Senin, 6 September 2010, 17:35

Kita harus berpikiran waras dalam menangani masalah perbatasan dengan Malaysia. Bukan dengan menyuruh TKI yang 2 juta harus pulang...mampukah kita memberi pekerjaan dengan cepat kepada mereka dan dengan gaji yang susuai? Kita harus gunakan pendekatan internasional dan jika memang hak kita gunakan team pembela inteyang

Balas
Toni, Senin, 6 September 2010, 17:28

Koruptor2 itu memang harus digantung, mereka punya andil dalam memperlemah kekuatan militer kita dengan merusak ekonomi Indonesia, kita ganyang dulu koruptor, trus ganyang malingsia.

Balas
Fajar, Sabtu, 4 September 2010, 00:47

Setuju, ayo perangi anggota DPR yang mau bikin gedung baru, karena gedung itu akan menginjak-injak kedaulatan bangsa ini dengan tradisi korupsinya yang melumut

Balas
muda, Jumat, 3 September 2010, 22:43

yo wes...orang orang yang ngedemo itu dikirim duluan nyerbu malaysia..

Balas
rhoma, Jumat, 3 September 2010, 22:21

alutsista canggih bukan jaminan menang perang. lihat contoh AS di Irak, angkat kaki juga toh. hahaha

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...