DPR: Ahmadiyah Bukan Agama, Tapi Ormas

Kamis, 02 September 2010, 04:32 WIB
.
DPR: Ahmadiyah Bukan Agama, Tapi Ormas
Demonstrasi menuntut pembubaran Ahmadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberadaan Ahmadiyah di Indonesia harus dikaji kembali. Bahkan DPR menganggap, selama ini Ahmadiyah bukanlah sebuah agama, melainkan hanya sebuah organisasi masyarakat (ormas).

Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Kadir Karding melihat keberadaan Ahmadiyah tak memenuhi poin-poin keagamaan. Antara lain disebutkannya adalah Ahmadiyah yang tak mengakui keberadaan Nabi Muhammad SAW.

Namun di sisi lain, Karding juga mengecam pernyataan Menteri Agama, Suryadharma Ali yang menyerukan pembubaran Ahmadiyah. "Omangan itu ngawur," ujarnya kepada Republika, Rabu (1/9).

Dia khawatir, pernyataan Suryadharma tersebut dapat berimplikasi buruk di masyarakat. Sebagai seorang menteri, hal pernyataan itu dianggap Karding bukan perkataan yang pantas. "Harus juga diperhatikan dampak sosialnya," sambungnya.

Pembubaran Ahmadiyah, lanjutnya, tak bisa dilakukan serta merta. "Harus dikaji terlebih dulu," ujarnya. Jika memang keberadaannya dirasa mengganggu kelompok masyrakat lainnya, maka pembubaran dapat dilakukan.

Namun, menilik keberadaan Ahmadiyah sebagai sebuah ormas, pembubarannya memungkinkan untuk dilakukan. Namun Karding menjelaskan, tata cara pembubaran juga harus diperhatikan. "Menurut saya, harus dilakukan pembinaan, dialog dan semacamnya," tutupnya.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: c13
Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertaqwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui. (QS.Al-Baqarah [2]:103)
adriyanto utomo, Kamis, 2 September 2010, 17:22

jangan dibubarkan, kan suaranya berguna bagi partai saya... nah lho... yok, ramai2 dukung ahmadiyah sbg bagian dr kaum non muslim...

Balas
anti anarkis, Kamis, 2 September 2010, 03:54

Kenapa tdk belajar dari Pakistan, apa selesai masalahnya kalau Ahmadiyah dpaksa secara hukum dinonmuslimkan,di luar ISlam, gak selesai men, malah kau radikal makin sadis, menganiaya, bahkan membunuh yg sedang shalat, apa ini yg mau ditiru men??

Balas
benny, Kamis, 2 September 2010, 01:59

bubarkan saja! gtu aja kok repot...

Balas
hans, Kamis, 2 September 2010, 01:59

ngomong yang pantas seperti " mendukung panti pijat di gedung dpr.. gitu.."

Balas
kawula dasih, Kamis, 2 September 2010, 01:59

Sebaiknya Ahmadiyah mendeklarasikan sebagai agama saja di luar Islam. Tentu ummat Islam akan bisa bertoleran sebagaimana kepada agama lain.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...