Senin, 27 Zulqaidah 1435 / 22 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kabar Pengambilan Paksa Organ Tubuh Anak Kian Meresahkan

Rabu, 25 Agustus 2010, 00:30 WIB
Komentar : 0
jak-tv.com
Ilustrasi penculikan anak.
Ilustrasi penculikan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Isu dan teror melalui layanan pesan singkat atau short message service (sms) soal penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya di Bogor dan Tangerang mulai kian meresahkan masyarakat. Komisi Nasional Perllindungan Anak (Komnas PA) yang diminta masyarakat untuk melakukan penyelidikan kasus ini belum berhasil menemukan adanya korban.

''Sampai saat ini Komnas PA belum berhasil menemukan korban. Semua masih berupa informasi dan isu,'' tutur Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Rabu (24/8). Komnas PA sudah tiga hari melakukan investigasi terhadap informasi dari masyarakat ini tapi belum bisa menemukan korban.

Komnas PA saat ini justru sedang berkonsentrasi untuk meredakan amuk masa terhadap orang yang dicurigai melakukan aksi penculikan dan pengambilan organ tubuh pada anak ini.''Kami masih berusaha untuk meredakan keresahan masyarakat terhadap isu ini,'' tutur Arist.

Isu yang beredar ini menyebutkan sudah ada korban meninggal maupun luka-luka. Masyarakat pun kian resah dan cenderung main hakim sendiri. Seperti kasus di Tangerang yang menyebabkan tewasnya orang yang dicurigai sebagai penculik dan juga di Bogor yang memicu amuk masa terhadap orang tak dikanal yang dicurigai warga.

Arist juga memaparkan, bahwa perkembangan terakhir yang diterimanya, isu juga sudah meresahkan warga Bekasi.''Mereka juga sudah meminta Komnas PA untuk segera melakukan penyelidikan terhadap isu ini,'' paparnya.

Belum ditemukannya korban maupun keluarga korban penculikan anak yang dikabarkan organnya dijual ini, Arist menduga, juga disebabkan masih takutnya pihak-pihak yang mengetahui untuk lapor. Mereka diduga takut untuk melapor lantaran tidak ingin bernasib sama: dikeroyok masa yang membawanya pada ajal.

Reporter : Prima Restri Ludfiani
Redaktur : Arif Supriyono
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar