Jelang Pidato Kenegaraan, Tank dan Helikopter Berjajar di Gedung DPR

Senin, 16 Agustus 2010, 20:14 WIB
Jelang Pidato Kenegaraan, Tank dan Helikopter Berjajar di Gedung DPR
Gedung DPR
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pengamanan di sekitar Gedung DPR/MPR/DPD sangat ketat menjelang pidato kenegaraan Presiden SBY, Senin (16/8). Tak kurang dari tiga tank dan dua helikopter dalam posisi siaga. Ada pula water canon dan mobil unit pemadam kebakaran. Tak hanya petugas keamanan dalam DPR dan pasukan pengamanan Presiden (paspampres), pengamanan juga diperkuat tentara dari kesatuan khusus.

Tank pertama diletakkan di gerbang utama pintu belakang. Sedangkan tank kedua diletakkan di tempat parkir mobil tamu di sisi selatan gedung parlemen. Tank ketiga diletakkan di depan ruang nusantara I. Sementara, water canon dan mobil pemadam diletakkan di pintu gerbang utama yang menghadap Jl Gatot Subroto. Di setiap lokasi, personil pengamanan nampak berwarna-warni, mulai dari keamanan dalam DPR, paspampres, dan tentara.

Selain peralatan dan personil, prosedur pengamanan juga lebih ketat. Pengguna motor tak diperkenankan masuk ke komplek gedung rakyat, jika tak menggunakan ID khusus atau ID pegawai. Antrean panjang terjadi, karena tidak setiap pengguna motor sudah mengenakan ID. Sebagian wartawan juga harus menunggu ID yang dibawa rekannya.

Dengan alasan pengamanan yang sama, pengguna angkutan umum dari arah Jl Gatot Subroto tak lagi bisa turun di halte di depan gedung parlemen. Mereka harus turun di halte gedung Manggala Wahana Bhakti milik Departemen Kehutanan, sekitar 300 meter dari gedung parlemen. Mereka yang menuju gedung parlemen masih harus berjalan memutar melewati gerbang belakang.

Tiba di gedung parlemen, belasan wartawan pun harus gigit jari tak bisa memasuki ruang sidang utama. Pasalnya, mereka mengenakan celana berbahan jeans. Mereka ‘lupa’ bahwa aturan kepresidenan melarang wartawan berpakaian berbahan jeans saat meliput presiden. Aturan ini berlaku di lingkungan istana, tapi kerap menjadi persoalan ketika presiden hadir di tempat lain, termasuk gedung parlemen yang tak menempatkan wartawan di satu lantai dengan presiden.

Redaktur: Endro Yuwanto
Reporter: Palupi Annisa Auliani
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
IVA, Senin, 16 Agustus 2010, 21:37

BILA PRESIDEN TAKUT BAGAI MANA DENGAN RAKYATNYA

Balas
hanba52, Senin, 16 Agustus 2010, 20:02

Sangat...sangat...sangat berlebihan....., mana intelnya?????

Balas
malaikat_maut, Senin, 16 Agustus 2010, 17:44

takut sama rakyat sendiri, dan takut yang berlebihan, tanda ketidak beresan seorang presiden (berarti dia punyasalah)
saya malu punya presiden berbadan besar tapi lebay (kaya anak SLB, besar doang otak kosong)

Balas
Gagak Item, Senin, 16 Agustus 2010, 16:48

Presiden kita merasa nggak aman di negeri yang temtram ini. Mengapa ?????????? Padahal rakyat lebih tidak aman karena ada 9 juta bom siap meledak (tabung gas 3 kg tidak ber SNI) yan tersebar.

Balas
terlalu, Senin, 16 Agustus 2010, 16:35

satu kata buat SBY...LEBAYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY...kalo namanya dipilih rakyat berarti anda sdh dicinta dan dipercaya rakyat, ngapain pengamanan begitu LEBAYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...