Jumat, 13 Agustus 2010, 23:28 WIB

Presiden Panggil Beberapa Menteri Siapkan Pidato Kenegaraan

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (13/8) siang, memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan untuk membahas persiapan pidato kenegaraan yang akan disampaikan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah pada 16 Agustus 2010. "Untuk persiapan pidato kenegaraan 16 Agustus," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin, Pasha di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Para menteri yang dipanggil itu adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana. Para menteri tiba komplek istana sekitar pukul 11.00 WIB.

Beberapa saat sebelum para menteri itu datang, iring-iringan mobil Wakil Presiden Boediono sudah tiba di komplek Istana Kepresidenan. Sampai dengan pukul 12.00 WIB belum ada keterangan resmi tentang hasil pertemuan tersebut.

Beberapa hari terakhir, presiden memusatkan perhatian pada penyusunan materi pidato kenegaraan. Kepala Negara bahkan menyediakan waktu untuk menyusun materi pidato di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2010 di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, pidato tersebut akan dibagi dalam beberapa bagian, yaitu pidato kenegaraan, kemudian istirahat, setelah itu paparan nota keuangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011.

DPR dan DPD sepakat untuk duduk bersama mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Yudhoyono. Awalnya, Presiden dijadwalkan berpidato di hadapan DPD pada 23 Agustus, namun akhirnya ditiadakan sehingga Kepala Negara cukup sekali datang ke parlemen untuk menyampaikan pidato dalam dua sesi pada 16 Agutus 2010.

Setiap fraksi di DPR telah menerima keputusan pidato tunggal Presiden di hadapan DPR dan DPD itu dan akan menyiapkan tata tertib persiapan untuk rapat bersama.

Sumber : Ant