Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Presiden Panggil Beberapa Menteri Siapkan Pidato Kenegaraan

Jumat, 13 Agustus 2010, 23:28 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (13/8) siang, memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan untuk membahas persiapan pidato kenegaraan yang akan disampaikan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah pada 16 Agustus 2010. "Untuk persiapan pidato kenegaraan 16 Agustus," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin, Pasha di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Para menteri yang dipanggil itu adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana. Para menteri tiba komplek istana sekitar pukul 11.00 WIB.

Beberapa saat sebelum para menteri itu datang, iring-iringan mobil Wakil Presiden Boediono sudah tiba di komplek Istana Kepresidenan. Sampai dengan pukul 12.00 WIB belum ada keterangan resmi tentang hasil pertemuan tersebut.

Beberapa hari terakhir, presiden memusatkan perhatian pada penyusunan materi pidato kenegaraan. Kepala Negara bahkan menyediakan waktu untuk menyusun materi pidato di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2010 di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, pidato tersebut akan dibagi dalam beberapa bagian, yaitu pidato kenegaraan, kemudian istirahat, setelah itu paparan nota keuangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011.

DPR dan DPD sepakat untuk duduk bersama mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Yudhoyono. Awalnya, Presiden dijadwalkan berpidato di hadapan DPD pada 23 Agustus, namun akhirnya ditiadakan sehingga Kepala Negara cukup sekali datang ke parlemen untuk menyampaikan pidato dalam dua sesi pada 16 Agutus 2010.

Setiap fraksi di DPR telah menerima keputusan pidato tunggal Presiden di hadapan DPR dan DPD itu dan akan menyiapkan tata tertib persiapan untuk rapat bersama.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Ant
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  nggak suka pidato2 Jumat, 13 Agustus 2010, 20:17
wah pak BY, pidato bapak nggak penting lagi bagi rakyat kalau isi nya curhat. jadi lah pemimpin yang sebenarnya pemimpin. yang bersama rakyat dalam suka dan duka. jangan lagi rakyat dengar lagi keluhan bapak, bapak yang harus banyak dengar dan menjawab rintihan rakyat, bantu mereka dgn sembako yang murah, bisa nggaak?