Pertamina Tarik 30 Ribu Tabung Gas Elpiji di Malang

Kamis, 12 Agustus 2010, 03:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG--Pertamina melakukan penarikan terhadap tabung-tabung gas elpiji yang dinilai tidak layak pakai dan tak berstandar nasional Indonesia (SNI). Tabung gas elpiji yang sudah ditarik, hingga Rabu (11/8) ada sekitar 30 ribu unit.

‘’Tabung gas elpiji sebanyak itu kami tarik dari masyarakat setelah kami melakukan pemeriksaan dan uji kelayakan," kata Sales Representatif Elpiji Rayon III Pertamina Malang, Hanggowo Wicaksono. Puluhan ribu tabung gas elpiji yang dinilai tak layak pakai itu, kata Hanggowo  kini dikumpulkan di suatu tempat.

Langkah itu sebagai upaya untuk melokalisir tabung-tabung gas elpiji yang tak ber-SNI atau tak layak pakai. Tabung-tabung tersebut, kata dia, ditarik saat hendak dilakukan pengisian di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Malang Raya. Sebelum diisi ulang, tabung-tabung gas elpiji itu diuji dan diperiksa secara seksama.

Jika memang tak memiliki logo SNI dan kondisinya tidak layak pakai, maka petugas langsung meminggirkan tabung gas elpiji itu. Tabung-tabung tersebut dijadikan satu untuk diuji kembali kelayakannya. Sebab,  berdasarkan instruksi Pertamina Malang tabung yang tak layak, apalagi tidak punya logo SNI, harus langsung ditarik dari pasaran dan tidak boleh diedarkan lagi.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Asan Haji
'Aisyah radliallahu 'anhu berkata; "Barangsiapa yang mengatakan bahwa Muhammad SAW melihat Rabbnya berarti dia telah masuk pada persoalan (salah) besar. Akan tetapi Beliau melihat Jibril 'alaihissalam dalam bentuk dan rupa aslinya yang menutupi apa yang ada di antara ufuk langit". (HR. Bukhari, Muslim)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...