Duh, Situs Porno Masuk Layar Informasi di Gedung DPR

Selasa, 03 Agustus 2010, 01:25 WIB
antara
Duh, Situs Porno Masuk Layar Informasi di Gedung DPR
Situs porno muncul di layar informasi kegiatan DPR/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sebuah alamat situs porno lengkap dengan tampilan gambar-gambar asusila tiba-tiba muncul di layar informasi kegiatan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang terletak di depan ruang wartawan DPR Senayan, Jakarta, Senin (2/8).

"Wiiih gile...kok bisa muncul?" seru salah seorang wartawan yang melihat gambar-gambar asusila tersebut.

Belum diketahui bagaimana tiba-tiba bisa muncul dan terbuka situs porno di layar komputer yang merupakan papan informasi kegiatan DPR dengan sistem layar sentuh.

Di depan ruang wartawan terdapat dua papan informasi. Situs porno tersebut hanya muncul di salah satu layar yang terletak di samping kanan ruang wartawan. Sedangkan papan informasi yang berada di sebelah kiri ruang wartawan tetap dengan infomasi kegiatan dewan.

Puluhan wartawan yang sedang melakukan peliputan di Gedung DPR terlihat berkerumun. Beberapa dari mereka terlihat tertawa dan histeris melihat gambar-gambar asusila silih berganti.

Sementara, Kabag Pemberitaan DPR Ratno terlihat panik dan berusaha untuk menutupnya. Namun dari layar sentuh yang ada alamat situs porno tersebut tetap tak bisa dimatikan. Sementara, wartawan foto terus sibuk mengabadikan peristiwa 'langka' di gedung wakil rakyat tersebut.

Belum diketahui siapa pelaku 'hack' tersebut. Sementara, dari komputer di ruang wartawan jika dibuka papan informasi DPR tidak muncul alamat situs porno tersebut. Munculnya situs tersebut menjadi perhatian tidak hanya para wartawan, tetapi juga para pengunjung dan tamu dewan.

Redaktur: Endro Yuwanto
Sumber: Antara
Orang-orang yang telah kami beri Al-kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. ((QS.Al-Baqarah [2]:121))
misbahul munir, Selasa, 31 Agustus 2010, 20:31

berarti depkominfo lebih kalah canggih dari pada yang menghack.atau ketika pegawai yang masuk di instansi tersebut tidak ada seleksi atau bukan pada bidangnya.

Balas
Bintarto, Senin, 2 Agustus 2010, 22:18

Ini benar-benar mengejek Depkominfo, sebab Menterinya baru saja berkoar mau menutup situs-situs begituan (yang beredar) di Indonesia. Si hacker tuh kayaknya meragukan kemampuan Beliau menutup sekitar 400 juta situs porno yang diketahuinya.

Balas
Robby Yusuf Pratama, Senin, 2 Agustus 2010, 22:18

wah... parah.. parah...

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...