Fraksi PKS: Sidik Jari tak Perbaiki Kinerja Dewan

Kamis, 29 Juli 2010, 04:37 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengatakan, sistem absensi dengan sidik jari tidak akan efektif memperbaiki kinerja anggota DPR RI. Ini terjadi apabila mekanisme dan sistem rapat kerja kedewanan tidak diperbaiki.

"Pemindai sidik jari bukanlah satu-satunya solusi. Manajemen pimpinan dan masalah kinerja sekjen juga menjadi hal yang harus diperbaiki," ujar Mustafa Kamal, Rabu (28/7).

Sejumlah pihak mengusulkan sistem absensi di DPR menggunakan pemindai sidik jari untuk menghindari ketidakhadiranan anggota DPR. "Dengan alat canggih pemindai sidik jari tidak akan ada istilah titip absen, kecuali jarinya dititipkan," kata Mustafa.

Mustafa menjelaskan, berdasarkan pengalaman, selama ini, banyak anggota dewan yang seringkali harus menghadiri dua rapat pada waktu bersamaan. "Nah bagaimana cara menghadiri dua rapat dalam satu waktu?" kata Mustafa.

Selain itu, kata Mustafa, seringkali undangan atau pemberitahuan rapat mengalami keterlambatan atau hanya selang satu hari sebelum pelaksanaan.

Redaktur: Endro Yuwanto
Sumber: Antara
Dari Utsman Ibnu Affan Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Orang yang sedang berihram tidak diperbolehkan menikah, menikahkan, dan melamar."(HR Muslim)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...