
REPUBLIKA.CO.ID,PALEMBANG--Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Sumatra Selatan mengharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam memperingati hari anak dengan mencanangkan hari tanpa televisi pada 25 Juli 2010.
Menurut Ketua KPID Sumatra Selatan, Hj Romlah, aksi ini adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap pengaruh negatif tayangan televisi terhadap masyarakat pada umumnya dan anak-anak pada khususnya. ''Aksi ini adalah suatu cara untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap TV serta ungkapan keprihatinan terhadap acara televisi yang tidak berkualitas, juga mengurangi bahaya negatif TV pada anak,'' katanya di Palmebang, Jumat (23/7).
Dia mengatakan, tayangan televisi saat ini sangat tidak berpihak pada pendidikan anak-anak karena menayangkan sisi konsumerisme, sadisisme, pelecehan seksual, serta hal lain yang tak mendidik untuk anak bangsa. ''Terkadang ada yang menayangkan pada jam-jam di saat-saat anak biasa menonton TV. Hal ini sangat tidak baik untuk perkembangan anak jika menyaksikan tontonan orang dewasa, nantinya mereka akan dewasa sebelum usianya dan ini akan berdampak pada perkembangan jiwa mereka,'' kritiknya.
Dia mengatakan, dengan diadakannya kegiatan ini perusahaan-perusahan yang bergerak di bidang pertelevisian akan tergerak untuk mengubah tayangan-tayangan yang tidak berkualitas menjadi tayangan yang lebih berkualitas. ''Sudah terjadi perubahan perilaku terhadap anak akibat dampak dari kurang mendidiknya acara TV selama ini. Contoh sederhananya saja, anak-anak sekarang tidak suka menyanyikan lagu anak-anak, tapi lebih menyukai lagu orang-orang dewasa,'' sesalnya.
miris memang, klo melihat tanyangan tv,
Balassampai begitu bangga para orang tua apabila anak menjadi seleb. padahal lebih banyak ga bagusnya dari para seleb.
iya, wong Madonna aja ngelarang anak2nya nonton TV. Lah, di sini Pak Haji bangga bgd punya LCD TV yang 100".
Balashahaha
lebay..