Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hati-hati Jajanan Anak Mengandung Formalin, Boraks, dan Rhodamin B

Selasa, 20 Juli 2010, 21:36 WIB
Komentar : 0
Antara
Jajanan makanan, ilustrasi
Jajanan makanan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Hati-hati bila anak membeli jajanan makanan di sekolahan atau tempat-tempat hiburan anak-anak. Bila tak teliti, jajanan itu bisa mengandung zat kimia berbahaya yang terlarang untuk dimakan.

Seperti yang ditemukan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pemkab mengingatkan agar masyarakat berhati-hati karena saat ini jajanan yang berbahaya bagi anak-anak masih beredar di sekolah dan di pusat hiburan. ''Mengkonsumsi jajanan yang berbahaya akan mengganggu kesehatan dan perkembangan anak,'' kata Kepala Seksi Pengawas Zat dan Makanan Berbahaya, Dinas Kesehatan Karawang, M Alwi, di Karawang.

Dikatakannya, jajanan anak yang berbahaya tersebut biasanya beredar di sekolah-sekolah atau di pusat-pusat hiburan. Oleh karena itu, para orang tua diharapkan lebih berhati-hati dan bisa mengawasi jajanan anaknya masing-masing. Jenis jajanan berbahaya bagi anak itu diantaranya ialah makanan atau jajanan yang mengandung zat pewarna, boraks, formalin, atau makanan yang menggunakan zat-zat berbahaya lainnya.

''Dari beberapa pengawasan kami dilapangan, anak-anak bisa mengonsumsi jajanan yang berbahaya jika kurang dari pengawasan orang tuanya. Jadi, para orang tua diharapkan lebih meningkatkan pengawasan jajanan anak-anaknya,'' kata Alwi.

Kondisi itu terjadi akibat minimnya kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai jajanan yang sehat dan tidak sehat bagi anak. Sehingga anak-anak masih terus mengonsumsi makanan yang berbahaya itu. Para pedagang jajanan anak-anak, kata Alwi, biasanya menjual makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti zat pewarna, dan dengan bungkus yang unik sebagai daya tarik bagi jajanannya.

Umumnya, makanan berbahaya yang masih beredar itu ialah makanan atau jajanan yang mengandung pewarna kuning metanil atau zat sintesis berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk padat atau serbuk. Pewarna jenis ini berbahaya, karena biasa digunakan sebagai pewarna tekstil dan cat. Selain itu, ada pula makanan atau jajanan berbahaya yang mengandung formalin, boraks, pewarna rhodamin B, dan lain-lain.

Reporter : Antara
Redaktur : Budi Raharjo
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Anna Selasa, 1 Maret 2011, 22:13
Bagaimana pedagang dan pengelola industri makanan bs memperoleh bahan-bahan additif yg berbahaya secara bebas? Bukankah bhn2 itu semua hanya digunakan di lab saja? Sebenarnya badan mana yg berwenang dalam hal ini? Ujung-ujungnya rakyat kecil dengan ketidak-tahuan dan ketidak-mampuannya juga yang jadi korban.
  Kasyful Mahalli Selasa, 20 Juli 2010, 20:10
Mohon BPOM mengumumkan nama-nama makanan yang mengandung formalin, boraks dan rhodhamin B serta zat yang berbahaya lainnya agar masysarakat tahu.

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...