Jumlah Perokok Wanita Bertambah Pesat

Senin, 31 Mei 2010, 23:49 WIB
Darron Cummings/AP Photo
Jumlah Perokok Wanita Bertambah Pesat
Rokok

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sekitar 20 persen dari satu milyar perokok di dunia adalah wanita. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), tujuh persen remaja perempuan dari 12 persen remaja laki-laki perokok di 151 negara di dunia aktif merokok. Jumlah tersebut akan terus meningkat jika tidak diwaspadai.

Di Indonesia sendiri, Data Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, menunjukkan 4 persen perokok berasal dari remaja perempuan. Remaja perempuan yang masih duduk di kursi sekolah menengah pertama merokok berjumlah 11,5 persen. Angka prevalensi perokok wanita di Indonesia mencapai 4,83 persen. Sementara, data prevalensi perokok Lembaga Demografi Universitas Indonesia 2008, menunjukkan delapan persen perokok dari total perokok di Jakarta adalah perempuan. Jumlah perokok permpuan mencapai 240 ribu dari tiga juta perokok aktif di Jakarta.

Direktur Utama Rumah Sakit Persahabatan, Priyanti Z Soepandi, mengatakan angka perokok wanita di Indonesia meningkat lima kali lipat lebih cepat dibandingkan laki-laki. ''Ada kecenderungan jumlah perokok lelaki justru stabil, sedangkan perokok wanita meningkat,'' jelasnya di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Senin (31/5).

Dia menduga ada indikasi perusahaan rokok sengaja mengincar wanita dan gadis-gadis remaja menjadi perokok baru. Penyebabnya, pola hidup tidak sehat kini banyak mempengaruhi kaum hawa. ''Pergaulan dengan perokok juga mempengaruhi kaum hawa untuk ikut merokok,'' katanya. ''Mengunjungi tempat hiburan malam yang banyak dikunjungi perokok juga membuat perempuan ikut merokok.''

Priyanti menegaskan, lingkungan yang menjadikan seseorang merokok. Hal itu dia buktikan dengan penelitiannya di beberapa daerah. Karena guru dan karyawan di sekolah merokok, maka murid sekolah juga ikut merokok. Hasil penelitiannya membuktikan 12 persen siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) di Jakarta Timur pernah merokok, 18 persen siswa SMP di Bekasi juga begitu. Di Solo, Jawa Tengah, 17 persen siswa SMP merokok.

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: C29
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
raja, Selasa, 1 Juni 2010, 00:24

rokok bila dilihat dari 2 sisi, manfaat atau mudharat?,ktika ditanya knapa merokok,beberapa krena pergaulan/teman,stress,dripd nganggur dll.justru indikasi ini mnunjukan mudharatnya yg kentara,maknanya produktivitas prokok cndrung kecil dibnding yg tdk mrokok.bahanya jika berlaku pd generasi muda. klo bisa hindari men.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...