Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

AM Fatwa: Hari Lahir Pancasila 18 Agustus

Jumat, 28 Mei 2010, 04:14 WIB
Komentar : 0
matanews.com
AM fatwa
AM fatwa

REPUBLIKA.CO.ID,REPUBLIKA.CO.ID,AKARTA – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2010 mendatang oleh MPR, disoal salah satu anggotanya sendiri. Anggota MPR, AM Fatwa menilai, penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila tidak memiliki landasan konstitusional.

“1 Juni tidak pernah mendapatkan legalitas,” kata AM Fatwa, kepada Republika, Kamis (27/5). Sebagai informasi, MPR akan menyelenggarakan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2010 mendatang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengkonfirmasi kehadirannya dan siap berpidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut.

Fatwa khawatir, upacara 1 Juni 2010 di MPR nanti akan menjadi preseden peringatan Hari Lahir Pancasila jatuh tiap tanggal 1 Juni. Mengaku sebagai pelaku sejarah, menurut Fatwa, 1 Juni adalah tanggal saat Presiden petama RI, Soekarno mengenalkan istilah Pancadarma atau Pancasila dengan urutan kata Ketuhanan sebagai sila terakhir dan Kebangsaan sebagai sila pertama.

Adapun Hari Pancasila yang benar, kata Fatwa, adalah tanggal 18 Agustus sebagaimana telah ditetapkan melalui Keppres No 18 tahun 2008 yang menetapkan 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi. “Artinya Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu kesepakatan nasional terakhir,” kata Fatwa.

Fatwa menilai, kehadiran Presiden dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni nanti sebagai legitimasi atas ideologi suatu partai, yakni PDI Perjuangan. PDI Perjuangan memang telah menjadikan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus ideologi dan manifesto politik PDI Perjuangan yang bersifat final.

Menurut Fatwa, jika Pancasila diperingati secara resmi tiap tanggal 1 Juni, alkan menimbulkan reaksi, gejolak dan dampak politik lainnya. Alasannya, wacana Piagam Jakarta yang menambahkan kalimat Dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya pada sila pertama Pancasila bisa dibuka kembali. “Padahal perdebatan soal Pancasila sudah ditutup pada amandemen UUD 1945 tahun 2002,” tambah Fatwa.

Reporter : andri saubani
Redaktur : taufik rachman
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  alif Fauzan Kamis, 2 Juni 2011, 09:26
Kita tidak boleh mempermasalahkan tggl 01 Juni atau 18 Agustus sebagai Hari Lahirnya Pancasila, tetapi bagaimana kita mengimplementasikan nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama sila "Ketuhanan Yang Maha Esa"
  yuli pramiati Rabu, 1 Juni 2011, 14:54
huhuhuhu.... anak tk slalu di kambing hitamkan. Yg jelas memang, memang kalo masih ada pelaku sejarah kenapa tidak? cari tau dulu kebenarannya sebelum memutuskannya...
  panca Rabu, 1 Juni 2011, 10:22
saya setuju dgn AMF...sejarah perlu diluruskan...coba baca naskah yamin...dsana ada fakta baru ttg pancasila yg tdk prnah diungkap oleh pr sejarawan...tmasuk anhar gonggong...sekali lg sy dukung pak AM F....trus brjuang pak¡¡¡
  Gandung Laksmana Jumat, 4 Juni 2010, 04:24
Pancasila lahir pada waktu dibacakan oleh Sukarno dalam sidang PPPKI waktu pihak Jepang (Laksamana Maeda) menanyakan dasar negara. Hal ini terjadi tanggal 1 Juni 1945. Sedangkan tanggal 18 Agustus adalah penetapan sebagai Dasar negara. Orang dilahirkan dulu baru dilantik. AM Fatwa memang sudah bangkotan tapi masih mau.
  yohanes timo Rabu, 2 Juni 2010, 00:15
kita jgn berpolemik kpn lahirnya PANCASILA yg hrs dipikirkan bgm menjalankan dan mengamalkannya krn akhir-akhir ini banyak yg sdh tidak lg mendalami sila PERTAMA s/d ke LIMA serta tulisan dipita yg berada dikaki BURUNG GARUDA yg dibanggakan, oleh krn kepentingan kelompok dan agama.