Presiden Makan Malam dengan PM Norwegia dan Pangeran Charles

Kamis, 27 Mei 2010, 20:52 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri jamuan santap malam atas undangan Perdana Menteri Norwegia, Jens Stoltenberg, di Restoran Lysebu, Oslo. Jamuan santap malam itu dilakukan Rabu malam (26/5) sekitar pukul 20.00 waktu setempat atau Kamis (27/5) dini hari.

PM Stoltenberg menyambut Presiden Yudhoyono yang datang dengan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di halaman restoran yang terletak tidak jauh dari hotel tempat Presiden Yudhoyono menginap selama melakukan kunjungan kerja di Norwegia itu, Holmenkollen Park Hotel Rica.

Selain Presiden Yudhoyono, hadir juga dalam jamuan santap malam itu Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris Raya.

Presiden Yudhoyono duduk satu meja bersama PM Stoltenberg dan Pangeran Charles, tepatnya presiden duduk diapit kedua tokoh itu. Ketiga tokoh tersebut tampak bercakap-cakap sepanjang acara karena jamuan tersebut diselenggarakan dalam suasana yang santai.

Sesekali Presiden Yudhoyono bahkan berdiri dari kursinya untuk menerima sapaan sejumlah tamu undangan.
Berbeda dengan sejumlah acara jamuan santap malam yang pernah dihadiri oleh Presiden Yudhoyono, jamuan santap malam di Oslo kali ini dilakukan saat matahari masih bersinar di langit.

Sekalipun sudah saatnya makan malam namun oleh karena Oslo sedang mengalami musim panas maka matahari masih akan tampak menyinari langit Norwegia hingga pukul 22.45 waktu setempat.

Di musim panas yang dimulai sejak bulan Maret, siang lebih panjang di Norwegia. Matahari yang terbit sekitar pukul 03.40 itu baru tergelincir ke peraduan hampir 19 jam kemudian.

Namun sekalipun langit terang hampir tiga perempat hari, suhu udara di Oslo cukup dingin apabila dibandingkan dengan suhu di musim panas di sejumlah negara empat musim yang lain. Sekalipun musim panas akan tetapi di pagi hari suhu udara masih berada di kisaran 5 derajad celcius.

Presiden melakukan kunjungan kerja ke Oslo untuk menghadiri konferensi perubahan iklim dan kehutanan serta melakukan pertemuan dwipihak dengan PM Stoltenberg.

Redaktur: Ririn Sjafriani
Sumber: antara
Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya.(QS. ALI IMRAN:25)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...