Ulama: Penangkapan Susno-Antasari Direkayasa

Wednesday, 26 May 2010, 03:58 WIB
jawapos.co.id
Ulama: Penangkapan Susno-Antasari Direkayasa
Antasari-Susno Duadji

REPUBLIKA.CO.ID,PAGARALAM--Penegakan hukum di Indonesia semakin tidak jelas dan lebih banyak direkayasa, termasuk dalam penangkapan dua tokoh asal Sumatera Selatan, Komjen Pol Susno Duadji dan Antasari Azhar, demikian Ustad Ahmad Al Habsy saat tausiah di hadapan ribuan warga Kota Pagaralam, Selasa.

Menurut dia, kedua tokoh itu sebetulnya merupakan korban rekayasa yang dilakukan  pihak tertentu, karena dinilai membahayakan posisi serta jabatan di internal salah satu institusi tertentu.

Dia menilai, sebetulnya kondisi Polri baik di luar, tapi rapuh di dalam atau di lingkup internal sendiri. "Polri saat ini mendapatkan soratan masyarakat karena apa yang dilakukan justru memperburuk citranya dalam penegakan hukum. Kenapa orang benar justru disalahkan dan orang salah dibenarkan?" tanyanya.

Dia melanjutkan, "Buktinya, Susno Duadji jenderal bintang tiga sepertinya diperlakukan seenakanya dan bahkan ditangkap di depan umum, padahal tidak jelas kesalahannya." Dia menyatakan, upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di lingkungan Mabes Polri memang perlu didukung penuh rakyat Indonesia.

"Aneh memang mengapa orang benar tapi dijadikan tersangka oleh Mabes Polri, sedangkan yang sudah jelas-jelas melakukan kesalahan atau terlibat makelar kasus justru dibiarkan bebas. Sekarang sudah memiliki bukti jelas jika Raja Erizman dan Edmon Ilyas terlibat, kenapa justru Susno yang diperiksa kemudian dijadikan tersangka," kata Ustad Al Habsy.

Dia mempertanyakan, siapa lagi yang mau dipercaya dalam proses penegakan hukum kalau bukan polisi, tapi dengan kondisi seperti itu justru kepercayaan rakyat Indonesia akan kian menipis. "Kita hanya khawatir dengan tindakan yang sudah melampaui batas itu, akan menimbulkan kemurkaan Allah SWT, sehingga Indonesia selalu dilanda bencana. Sekarang ini kita selalu dihadapkan dengan berbagai bencana alam, seperti tsunami, gempa bumi, banjir, longsor dan bencana alam lainnya," katanya.

Hal ini, menjadi bukti jika tindakan yang dilakukan umat manusia sudah melampaui batas, sehingga diturunkan bencana," kata Ustad asal Palembang yang kini banyak berdakwah secara nasional itu.

Redaktur: Krisman Purwoko
Sumber: ant
"Sesunggguhnya Shafa dan Marwah itu termasuk syiar-syiar Allah, maka barangsiapa yang berhaji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa atasnya untuk bersa'i pada keduanya." (HR Bukhari)
tommy, Wednesday, 26 May 2010, 04:41

ya begitulah polri. apa gak sebaiknya dibubarkan aja institusi yg sudah tdk dpt dipercaya lagi,

Balas
Junet Kaswoto, Wednesday, 26 May 2010, 04:41

Mantab pak tausiahnya, tapi bukan karena kebetulan kedua beliau dari sumatra khan? semoga aparat hukum instropeksi

Balas
keywood, Wednesday, 26 May 2010, 04:41

ya memang seperti itu hukum diindonesia, yang punya jabatan dan uanglah yang akan menang, bukan siapa yg salah dan benar. maka daripada itu saya himbau kepada rakyat indonesia supaya mempunyai banyak uang, karena dengan uang tersebut kita bisa melakukan apa saja yang kita mau.tanpa takut hukum, aparat.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...