Dunia akan Menilai Indonesia Bangsa Naif, Jika Angket Century Gagal

Dunia akan Menilai Indonesia Bangsa Naif, Jika Angket Century Gagal

Jumat, 04 Desember 2009 07:15 WIB
JAKARTA -- Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin menyatakan partainya tak hanya akan mendukung angket Century. Tapi, kata dia, mereka akan aktif melakukan pendampingan dan pengawalan. Dia pun menyatakan bangsa ini akan menjadi bangsa naif, kalau sampai angket ini gagal.   ''Tak hanya pendampingan seperti yang diminta. (Tapi) InsyaAllah, kami dengan segenap potensi, peluang, dan waktu akan melakukan dukungan, pendampingan, pengawalan masalah ini,'' tegas Hilmi, saat menerima iniator angket yang bergabung di tim sembilan, Kamis (3/12). Pengawalan, ujar dia, bukan saja untuk akurasi target angket yang bisa dieksekusi pada akhirnya melainkan juga dari kemungkinan godaan dan manuver yang akhirnya mengecewakan rakyat.   Bangsa ini, kata Hilmi, akan dilihat dunia sebagai bangsa naif kalau sampai hasil angket mengecewakan. ''(Yaitu ketika) gegap gempita dengan statemen (sampai) membikin bikin tim sembilan (tapi hasilnya mengecewakan),'' ujar dia. Pengawalan PKS, imbuh dia, bertujuan agar angket ini tak menyimpang kesana kemari.   Apalagi, ujar Hilmi, tekad tim sembilan yang memotori angket ini juga bukan sekedar untuk tampil berani. ''Tapi menyadari betul langkah-langkahnya, (termasuk) harus sesuai dengan kepentingan nasional,'' kata dia.   Dari paparan tim sembilan, Hilmi berpendapat sudah ada komitmen bersama untuk stabilitas nasional. ''InsyaAllah ini bukan langkah hura-hura yang meporakporandakan persatuan dan kesatuan nasional (dan) yang porakporandakan agenda pembangunan. Tapi justru konsolidasi nasional yang kokoh dan akan lancarkan agenda pembangunan nasional,'' ujar dia.   Hilmi menyatakan penghargaan untuk langkah konsolidasi yang dilakukan tim sembilan, dengan mendatangi para tokoh nasional dan partai politik. Dia berharap langkah ini terus dipertahankan dan dilanjutkan dengan koordinasi. ''Agar pijakan kita kokoh,'' kata dia.   Jangan sampai, ujar Hilmi, ketika di dalam panitia angket nanti setiap fraksi berjalan sendiri-sendiri dalam menyampaikan ide, agenda, dan penentuan sasaran. Jika sampai terjadi, menurutnya itulah celah angket ini 'masuk angin'. ''//Ending//-nya nanti harus betul-betul ada mobilisasi nasional,'' tegas Hilmi.   Mobilisasi nasional ini, kata Hilmi, adalah untu menjernihkan masalah. Jangan sampai terulang lagi ada penjatuhan hukuman untuk kasus pencurian semangka dan kakao yang nilainya tak seberapa, sementara kasus semacam ini tak terungka. ''Kira-kira Rp 6,7 triliun ini berapa semangka berapa kakao ? Bagus penggambaran ini,'' kata dia.   Dalam pertemuan itu, Hilmi berkeyakinan seharusnya panitia angket ini berhasil mengungkapkan skandal Bank Century. ''InsyaAllah kalau melihat muqadimah masalah ini dan laporan yang muncul bahkan dari BPK, saya kira tim sembilan dan bangsa ini sangat naif, kalau gagal,'' tegas dia. Hilmi mendoakan langkah tim sembilan dan panitia angket akan diberkahi Allah SWT, mendapat dukungan, serta menghasilkan hal positif dan produktif.   Pertemuan Hilmi dengan tim sembilan ini merupakan rangkaian road show tim ini. Hadir dalam pertemuan - selain tim sembilan - adalah para petinggi PKS. Hadir pula tiga wakil partai ini untuk panitia angket. Yaitu, Andi Rachmat - yang masuk ke tim sembilan -, Mahfudz Shiddiq, dan Fahri Hamzah. palupi annisa auliani/pur       
Redaktur:


79 reads

Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda