Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Usia Pensiunan PNS Diusulkan Jadi 58 Tahun

Sunday, 22 November 2009, 02:38 WIB
Komentar : 0
SOLO--Usia pensiun bagi para pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia yang semula ditetapkan 56 tahun, kini diusulkan untuk diperpanjang menjadi 58 tahun, dengan pertimbangan pada umur tersebut PNS masih produktif untuk bekerja.
"Ini merupakan program kerja kami setelah saya terpilih menjadi Ketua Umum Korpri pekan lalu," kata Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri Diah Anggraeni, di Surakarta, Sabtu (21/11).

Diah Anggraeni mengatakan hal itu di sela-sela acara penyerahan Nomor Induk Pegawai (NIP) Sekretaris Desa (Sekdes) Tahap II Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Balaitawangarum Balaikota Surakarta.
Selain itu untuk PNS yang golongannya IV C ke atas akan diusulkan menjadi aset nasional, artinya bagi mereka yang berpangkat tersebut untuk pengaturannya ditangani oleh Pemerintah Pusat.

"Ya sementara ini bagi PNS yang bekerja di daerah golonganya IV C ke atas sudah mentok, maka nantinya mereka yang pangkatnya IV C ke atas itu akan ditangani Pemerintah Pusat, sehingga nantinya bisa dimutasi dan dipromosikan di seluruh Indonesia," katanya.

"Saya setelah terpilih menjadi Ketua Umum Korpri beberapa hari lalu memang belum membentuk susunan pengurusnya dan dalam waktu dekat ini akan sudah tersususn, dan setelah itu juga akan langsung kerja termasuk melakukan inventarisasi aset milik Korpri yang nilainya total mencapai sekitar Rp3 triliun," katanya.

Menyinggung masalah susunan pengurus Korpri yang akan dibentuk, ia mengatakan akan memilih orang-orang yang gila kerja, karena ini untuk kepentingan para PNS termasuk dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bagi para anggota.

"Saya juga minta kepada para pengurus yang ada di daerah nantinya jangan hanya nampang saja tetapi juga harus mau bekerja untuk kepentingan anggota," katanya.

"Program kerja yang kami sampaikan dalam Korpri ini nantinya juga sekaligus untuk mendukung program kerja Menteri Dalam Negeri," paparnya. ant/taq
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Partai Perdana Skuat Garuda Raih Poin, Ini Gol yang Tercipta
JAKARTA -- Meski sempat tertinggal dua kali dari tuan rumah Vietnam, skuat Indonesia berhasil memaksa tuan rumah berbagi skor 2-2 dalam laga perdana....