Wapres Minta Enam Menteri ke Lokasi Gempa
Kamis, 01 Oktober 2009 10:30 WIB
JAKARTA--Pemerintah belum bisa memastikan dampak gempa bumi yang terjadi di Sumatra Barat (Sumbar). Namun diperkirakan gempa di tanah Minang itu menimbulkan dampak yang parah melebihi gempa di Tasikkmalaya.
Atas pertimbangan itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutus enam menterinya untuk meninjau lokasi. Rencananya mereka tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (1/9) pagi. Para menteri ini akan meninjau langsung kerusakan akibat gempa dan menggelar rapat dengan pemerintah daerah.
Keenam menteri itu adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menkes Siti Fadillah Supari, Mensos Bachtiar Chamsyah, Mendagri Mardiyanto, dan Menteri PU Joko Kirmanto. Kondisi Padang yang gelap gulita tanpa penerangan di malam hari dan hujan lebat membuat pemerinah setempat kesulitan memastikan dampak gempa itu. ''Bencana sangat berat, banyak gedung hancur, listrik tidak ada, hujan lebat,'' ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla usai memimpin rapat terbatas di kediaman dinasnya di Jakarta, Rabu (30/9) malam.
Wapres mengatakan tanggap darurat gempa di Padang ini ditetapkan selama dua bulan. Selama itu, pengungsi akan dijamin makanan dan obat-obatan. Pemerintah juga mengirim sekitar 100 dokter yang berasal dari Jakarta, Medan, dan Palembang. Dilaporkan pula, banyak akses jalan ke Padang yang terhambat oleh tanah longsor. Karena itu, menteri PU mempersiapkan bantuan alat berat yang siap diangkut oleh kapal TNI. Kerusakan terparah, sebut Wapres, terdapat di Pariaman.
Wapres berjanji akan mempersiapkan berapapun anggaran yang dibutuhkan selama tanggap darurat dan rehabilitasi. Bentuk bantuannya akan mengikuti pola penanganan saat gempa Yogya. ''Kita harus siap menghadapi bencana yang besar,'' tegasnya. djo/irf
Atas pertimbangan itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutus enam menterinya untuk meninjau lokasi. Rencananya mereka tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (1/9) pagi. Para menteri ini akan meninjau langsung kerusakan akibat gempa dan menggelar rapat dengan pemerintah daerah.
Keenam menteri itu adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menkes Siti Fadillah Supari, Mensos Bachtiar Chamsyah, Mendagri Mardiyanto, dan Menteri PU Joko Kirmanto. Kondisi Padang yang gelap gulita tanpa penerangan di malam hari dan hujan lebat membuat pemerinah setempat kesulitan memastikan dampak gempa itu. ''Bencana sangat berat, banyak gedung hancur, listrik tidak ada, hujan lebat,'' ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla usai memimpin rapat terbatas di kediaman dinasnya di Jakarta, Rabu (30/9) malam.
Wapres mengatakan tanggap darurat gempa di Padang ini ditetapkan selama dua bulan. Selama itu, pengungsi akan dijamin makanan dan obat-obatan. Pemerintah juga mengirim sekitar 100 dokter yang berasal dari Jakarta, Medan, dan Palembang. Dilaporkan pula, banyak akses jalan ke Padang yang terhambat oleh tanah longsor. Karena itu, menteri PU mempersiapkan bantuan alat berat yang siap diangkut oleh kapal TNI. Kerusakan terparah, sebut Wapres, terdapat di Pariaman.
Wapres berjanji akan mempersiapkan berapapun anggaran yang dibutuhkan selama tanggap darurat dan rehabilitasi. Bentuk bantuannya akan mengikuti pola penanganan saat gempa Yogya. ''Kita harus siap menghadapi bencana yang besar,'' tegasnya. djo/irf
28 reads
Isi Komentar




