Perusahaan Jamu Al-Ghuroba Tolak Dikaitkan dengan Terorisme

Rabu, 02 September 2009, 09:45 WIB
Berita Terkait
JAKARTA--Perusahaan Jamu Al-Ghuroba` yang berkantor di Sukoharjo, Jawa Tengah, menolak untuk dikaitkan dengan aksi terorisme akibat adanya kelompok bernama sama dengan perusahaan itu di Pakistan yang diberitakan terkait dengan aktivitas teror.

Pemilik Perusahaan Jamu Al-Ghuroba` Widodo, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan, pihaknya telah menggunakan nama Al-Ghuroba` sejak tahun 1994 dan tidak terkait sama sekali dengan organisasi Al Ghuroba Pakistan baik dengan para petinggi maupun cabang-cabangnya.

Widodo memaparkan, perusahaan yang dipimpinnya hanya memproduksi dan mendistribusikan produk-produk herbal berkualitas yang berbasis madu dan jintan hitam ("habbatussauda`") serta bahan alami lainnya.

Perusahaan Jamu Al-Ghuroba` di Sukoharjo juga berkiprah di bidang Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) dengan surat izin Dinas Kesehatan Jawa Tengah bernomor persetujuan prinsip 503/13462/2/1Z-IKOTIV/2005.

Selain itu, perusahaan Al-Ghuroba` telah mendaftarkan nama tersebut ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM melalui jasa Indopaten di kota Solo (terdaftar dengan penggunaan min (p) setelah kata al, dan menggunakan tanda petik (`) setelah kata ghuroba).

Sedangkan untuk memiliki status sebagai perusahaan resmi di wilayah Kabupaten Sukoharjo, perusahaan Al-Ghuroba` telah mendaftarkan diri ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal Kabupaten Sukoharjo.

Sehingga PJ Al-Ghuroba` pada tanggal 19 Oktober 2005 mendapatkan TDP (Tanda Daftar Perusahaan) Nomor 113552408425 dengan alamat usaha resmi di Dukun Mantung, RT 02/RW 05, Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, dengan kegiatan usaha pokok produksi jamu.

Widodo menegaskan, pihaknya sangat menentang setiap tindakan teroris yang mengatasnamakan Islam atau Jihad yang sebenarnya justru merusak nama baik Islam itu sendiri.

Selain itu, perusahaan Al-Ghuroba` juga sangat mendukung upaya pemerintah melalui TNI dan Polri untuk memberantas pemahaman, upaya, dan tindakan anarkis yang mengatasnamakan Islam.

Keterangan tertulis tersebut, ujar Widodo, diharapkan dapat membuat seluruh pihak untuk tidak gegabah menyamakan antara Perusahaan Jamu Al-Ghuroba` dan Al Ghuroba yang sedang marak diberitakan oleh media.

Sebelumnya, sejumlah media massa khususnya di Jawa Tengah gencar memberitakan temuan pihak kepolisian tentang majelis/organisasi Al Ghuroba yang dibentuk di Pakistan yang diduga terkait dengan tindak teroris yang terjadi di Tanah Air. ant/pur
Redaktur:
Ketika Umar bin Khathab mencium Hajar Aswad (batu hitam), ia berkata: Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu, seandainya aku tidak melihat Rasulullah saw. menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.(HR Muslim)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...