Hidayat: Hentikan Fitnah Wahabi
Kamis, 30 April 2009 04:30 WIB
JAKARTA -- Anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, meminta kepada semua pihak untuk menghentikan fitnah yang menyatakan PKS merupakan kepanjangan tangan faham Wahabi.
“Belakangan banyak isu yang menyebut PKS adalah Wahabi dan para kadernya merupakan antek Wahabi,” kata Hidayat usai melantik dua anggota MPR Pengganti Antar Waktu (PAW) di gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/4).
“Saya tegaskan di sini bahwa saya dan PKS bukan Wahabi,” sambung Hidayat.
Menurut Hidayat, isu Wahabi merupakan isu lama yang terus direproduksi untuk melancarkan fitnah kepada PKS. Menjelang pemilu legislatif, 9 April lalu, isu serupa juga sempat beredar melalui pesan singkat elektronik (SMS). Dalam SMS yang juga diterima Republika, disebutkan jika PKS adalah Wahabi karenanya semua kader PKS adalah antek Wahabi. SMS pun menyerukan agar kaum ahlus sunnha wal jamaah dan nahdliyyin tidak memilih PKS dan kader PKS dalam pemilu. Pada bagian akhir, SMS meminta penerimanya untuk meneruskan pesan tersebut kepada 10 kawan atau kerabat mereka.
Hidayat melanjutkan, isu tersebut merupakan fitnah yang dilancarkan orang-orang tak bertanggung jawab. Pasalnya, Wahabi sebagai faham keagamaan yang berkembang di Arab Saudi mengharamkan pembentukan partai politk.
“Dari sini saja jelas fitnahnya. Saya adalah pendiri partai politik dan mengambil langkah politik untuk melakukan perubahan untuk kebaikan umat, lalu dimana kesamaannya dengan Wahabi?” ucap Hidayat agak kesal.
Dia pun meminta agar semua pihak melakukan praktik politik sehat dengan tidak menyebarkan fitnah menyesatkan. Berpolitik dengan menyebar fitnah, lanjut Hidayat, tidak akan menciptakan kehidupan politik yang produktif dan hanya memecah belah semangat kebangsaan.
Kecuali soal Wahabi, masih kata Hidayat, menjelang pemilihan presiden 2009 juga deras fitnah yang menyebutkan dirinya anti NKRI. “Sampai-sampai saya diminta teman-teman di Partai Demokrat untuk memberikan klarifikasi atas fitnah-fitnah ini,” ungkap Hidayat.
Hidayat meminta kepada setiap parpol peserta pemilu dan para elit agar tidak mendasarkan keputusan politiknya atas dasar isu-isu fitnah yang tidak benar. “Silahkan ambil keputusan berdasarkan etika dan pertimbangan yang benar, jangan ambil keputusan berdasar fitnah,” tandas Hidayat. -ade/ahi
“Belakangan banyak isu yang menyebut PKS adalah Wahabi dan para kadernya merupakan antek Wahabi,” kata Hidayat usai melantik dua anggota MPR Pengganti Antar Waktu (PAW) di gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/4).
“Saya tegaskan di sini bahwa saya dan PKS bukan Wahabi,” sambung Hidayat.
Menurut Hidayat, isu Wahabi merupakan isu lama yang terus direproduksi untuk melancarkan fitnah kepada PKS. Menjelang pemilu legislatif, 9 April lalu, isu serupa juga sempat beredar melalui pesan singkat elektronik (SMS). Dalam SMS yang juga diterima Republika, disebutkan jika PKS adalah Wahabi karenanya semua kader PKS adalah antek Wahabi. SMS pun menyerukan agar kaum ahlus sunnha wal jamaah dan nahdliyyin tidak memilih PKS dan kader PKS dalam pemilu. Pada bagian akhir, SMS meminta penerimanya untuk meneruskan pesan tersebut kepada 10 kawan atau kerabat mereka.
Hidayat melanjutkan, isu tersebut merupakan fitnah yang dilancarkan orang-orang tak bertanggung jawab. Pasalnya, Wahabi sebagai faham keagamaan yang berkembang di Arab Saudi mengharamkan pembentukan partai politk.
“Dari sini saja jelas fitnahnya. Saya adalah pendiri partai politik dan mengambil langkah politik untuk melakukan perubahan untuk kebaikan umat, lalu dimana kesamaannya dengan Wahabi?” ucap Hidayat agak kesal.
Dia pun meminta agar semua pihak melakukan praktik politik sehat dengan tidak menyebarkan fitnah menyesatkan. Berpolitik dengan menyebar fitnah, lanjut Hidayat, tidak akan menciptakan kehidupan politik yang produktif dan hanya memecah belah semangat kebangsaan.
Kecuali soal Wahabi, masih kata Hidayat, menjelang pemilihan presiden 2009 juga deras fitnah yang menyebutkan dirinya anti NKRI. “Sampai-sampai saya diminta teman-teman di Partai Demokrat untuk memberikan klarifikasi atas fitnah-fitnah ini,” ungkap Hidayat.
Hidayat meminta kepada setiap parpol peserta pemilu dan para elit agar tidak mendasarkan keputusan politiknya atas dasar isu-isu fitnah yang tidak benar. “Silahkan ambil keputusan berdasarkan etika dan pertimbangan yang benar, jangan ambil keputusan berdasar fitnah,” tandas Hidayat. -ade/ahi
550 reads
Isi Komentar




