Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dualisme KNPI Pusat Berakhir di Bandung

Selasa, 10 Februari 2009, 06:01 WIB
Komentar : 0
BANDUNG -- Dualisme kepengurusan KNPI pusat berakhir di Bandung, Senin (9/2). Hasil rembukan seluruh ormas dan OKP se-Indonesia di Hotel Savoy Homann, Bandung, Ahad (8/2) hingga Senin (9/2), menunjuk kepengurusan versi Kongres Bali sebagai pengurus definitif KNPI 2008-2011. Hasil pantauan Republika, 58 dari 74 ormas dan OKP yang berembuk di Hotel Savoy Homann, Bandung, memilih hasil Kongres Bali yang menunjuk Azis Syamsuddin sebagai ketua definitif KNPI 2008-2011. Hanya tujuh ormas yang memilih hasil Kongres Ancol, Jakarta, sebagai hasil rujukan pembentukan kepengurusan KNPI. Versi Kongres Ancol, ketua KNPI terpilihnya, yakni Ahmad Doli.

Ketua KNPI Versi Kongres Bali, Azis Syamsuddin, mengakui, sejak akhir tahun lalu, terdapat dualisme kepengurusan KNPI pusat. Menurut dia, dualisme itu akhirnya diselesaikan melalui rembukan ormas dan OKP se-Indonesia yang berlangsung di Bandung 8-9 Februari 2009.

''Hasilnya, Kongres Versi Bali yang mayoritas dipilih oleh OKP dan Ormas,'' ujar Azis kepada wartawan di Hotel Savoy Homann, Bandung, Senin (9/2). Dia mengakui, sebelum hasil rembukan disepakati, sempat terjadi perselisihan antar pengurus KNPI.

Bahkan, tambah Azis, untuk mengantisipasi pertikaian, rembukan itu sempat dihentikan sementara oleh aparat kepolisian. Kata dia, perselisihan akhirnya bisa diredam, dan hasilnya Kongres Bali yang terpilih sebagai pemenangnya. san/is
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar