Thursday, 2 Zulqaidah 1435 / 28 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

MK Gelar Sidang Sengketa Pilkada Kerinci

Thursday, 25 December 2008, 05:19 WIB
Komentar : 0
JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi (MK), di Jakarta , Rabu menggelar Sidang Sengketa Perselisihan Hasil Suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci, Jambi.Perkara tersebut diajukan oleh Calon Bupati/Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher/Dianda Putra.
Dalam permohonannya, pemohon menyatakan keberatan terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci Nomor 109 tahun 2008 tanggal 15 Desember 2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada 2008.Pemohon menilai pada putusan KPU Kerinci itu, telah terjadi pelanggaran penghitungan suara karena termohon (KPU) keliru dalam melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara.
Dalam penghitungan suara itu, pemohon yang bernomor urut satu memperoleh 80.559 suara, dan pasangan nomor urut enam Murasman/ Mohammad Rahman memperoleh sebanyak 96.768 suara.Pemohon menyatakan terjadi kesalahan hasil penghitungan suara di semua wilayah pemilihan, yakni, Kecamatan Gunung Raya, Batang Merangan, Keliling Danau, Danau Kerinci, Sitinjau Laut, dan Tanah Kampung.
Kecamatan Kumun Debai, Sungai Penuh, Pesisir Bukir, Hamparan Rawang, Air Hangat Timur, Depati Tujuh, Air Hangat, Siulak, Gunung Kerinci, Kayu Aro, dan Gunung Tujuh.Karena itu, pemohon meminta majelis hakim MK untuk mengabulkan permohonan, dan menyatakan tidak sah dan batal demi hukum keputusan KPUD Kerinci.
Sementara itu, pimpinan majelis hakim konstitusi, Maruarar Siahaan, menyatakan sidang akan dilanjutkan pada 30 Desember 2008 mendatang dengan agenda pembacaan perbaikan permohonan dan keterangan saksi."Sidang dilanjutkan pada 30 Desember 2008," katanya.ant/kp
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar