Saturday, 27 Syawwal 1435 / 23 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polda SP3 Kasus Ijazah Palsu Atut

Saturday, 13 December 2008, 06:46 WIB
Komentar : 0
JAKARTA -- Kasus ijazah palsu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang dilaporkan Marissa Haque beberapa waktu lalu dihentikan penyidik Polda Metro Jaya karena tidak memenuhi cukup bukti untuk diproses secara hukum. "Polda sudah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap laporan Marissa tentang Atut," ungkap Plh Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Mahbub di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, alasan polisi menghentikan kasusnya karena setelah dilakukan penyidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi tidak ditemukan adanya indikasi Atut menggunakan ijazah palsu. Artinya, ijazah yang dimiliki Atut untuk mencalonkan diri menjadi gubernur Banten waktu itu adalah asli.

"Dengan SP3 ini laporan terhadap Atut sudah selesai," katanya. Sebaliknya Atut yang mengadukan Marissa ke polisi dalam kasus pencemaran nama baik atas laporan ijazah palsu saat ini masih diproses secara hukum.

Hingga Kamis (11/12), Polda masih memintai keterangan sejumlah saksi. "Laporan Atut terhadap Marissa masih diproses," ungkapnya.

Beberapa waktu lalu politisi dan artis Marissa Haque melaporkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ke Polda Metro Jaya. Atut dilaporkan karena diduga telah menggunakan ijazah palsu pada saat mencalonkan gubernur pada pelaksanaan Pilkada Banten.

Beberapa hari setelah Marissa melapor, Atut balik mendatangi Polda Metro Jaya. Ia melaporkan balik Marissa karena merasa dicermarkan nama baiknya sebab ijazah yang diperolehnya dari Universitas Borobudur asli tidak palsu.

Sementara itu, Polda Metro Jaya akan segara memanggil Marissa pekan depan. Pemanggilannya terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. "Pekan depan beliau akan kami panggil," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhamad Iriawan, Jumat.

Menurut Iriawan, hingga Kamis pihaknya masih menyelidiki kasus pencemaran nama baik gubernur Banten itu. Selain Marissa, pihaknya akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. "Kasus ini akan segera kami selesaikan dengan cepat," ungkapnya. ant/is
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar