Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sembilan Kapal Perang Latihan Lewati Medan Ranjau

Saturday, 13 December 2008, 04:14 WIB
Komentar : 0
SURABAYA - Konvoi sembilan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang tergabung dalam latihan Satuan Tugas Operasi (satgasops) Perbatasan Laut, berhasil melewati medan ranjau di perairan Selat Madura, Jumat (12/12).

Setelah melewati perairan berbahaya, pada latihan itu kesembilan kapal melakukan berbagai manuver. Kesembilan kapal itu adalah, KRI Abdul Halim Perdanakusuma, KRI Hasanudin, KRI Malahayati, KRI Nala, KRI Cakra1, KRI Untung Suropati, KRI Hasan Basri, KRI Hiu dan KRI Teluk Cendrawasih.

Pangarmatim, Laksda TNI Lili Supramono menjelaskan, kapal-kapal tersebut juga melakukan latihan peperangan antikapal permukaan dan kapal selam, peperangan antiserangan udara dan peperangan elektronika serta pertahanan udara.

"Latihan yang melibatkan 1.091 prajurit tersebut, merupakan kelanjutan dari latihan sebelumnya dan akan berakhir Senin (15/12). Materi latihan lainnya adalah, perencanaan dan pengendalian operasi laut, kemampuan bekerja sama dalam peperangan laut dan lainnya," kata Laksda Lili menambahkan.

Pangarmatim yang bertindak sebagai pimpinan umum latihan mengharapkan, agar peserta latihan memiliki keterampilan yang semakin profesional dalam tugas pengamanan wilayah laut Indonesia.

"Pengetahuan itu meliputi pemahaman daerah operasi, kemampuan mengaplikasikan program tetap pengamanan laut dalam penyelenggaraan operasi, pengenalan pelanggaran di laut, pengamanan dan penghancuran kekuatan bersenjata lawan dan keterampilan melaksanakan patroli," papar Lili lagi.

Menurut dia, TNI AL sebagai komponen utama pertahanan negara di laut merupakan penindak dan pencegah awal segala bentuk ancaman lewat laut. Karena itu, kesiapsiagaan satuan-satuan operasional TNI AL merupakan tuntutan dalam menjawab permasalahan bidang maritim.

"Permasalahan itu antara lain, penyelundupan dan pelanggaran batas wilayah, kegiatan penangkapa ikan secara ilegal, pembalakan liar, pelanggaran batas wilayah, terorisme di laut dan lainnya," kata Lili./ant/it
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...