Tuesday, 3 Safar 1436 / 25 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Guru Bantu di Jakarta Masih Dililit Masalah

Wednesday, 22 October 2008, 04:03 WIB
Komentar : 0
JAKARTA -- Guru bantu di DKI Jakarta memiliki persoalan kronis dan memiliki kekhasan tersendiri dibanding guru bantu di daerah lain, kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Margani Mustar, menyikapi tuntutan guru bantu menjadi PNS.

"Pemerintah dalam memanfaatkan guru bantu di DKI Jakarta dan di daerah lain berbeda. Kalau di daerah, guru bantu dimanfaatkan untuk sekolah-sekolah negeri, tetapi khusus di DKI Jakarta guru bantu dimanfaatkan di sekolah-sekolah swasta," katanya di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, hal ini menyulitkan pemerintah DKI Jakarta. "Kalau guru swasta itu diangkat menjadi guru PNS dan kemudian ditempatkan di sekolah negeri, maka sekolah swasta pasti akan protes, sebaliknya jika guru-guru tersebut akan ditempatkan di sekolah swasta maka pemerintah DKI Jakarta belum cukup uang untuk menggaji guru bantu tersebut," ungkapnya.

Ia mengatakan, 'goodwill' pemerintah sudah cukup tinggi terhadap guru bantu ini. "Mereka setiap bulan diberi tunjangan kesejahteraan sebesar 500 ribu dan ini tidak terjadi di daerah lain, padahal jumlah guru bantu di Jakarta ini mencapai 2000 orang," katanya.

Ia juga mengakui permasalahan guru bantu ini akan terus berlarut-larut karena secara keadministrasian pegawai, antara pusat daerah belum selesai. "Jadi selama masalah keadministrasian ini belum selesai maka permasalahan guru bantu ini tidak akan selesai," katanya.

Pihaknya juga yakin jika 'goodwill' pemerintah pusat untuk mengangkat guru bantu, maka persoalan ini malah akan selesai.
Pihaknya menghimbau pada guru bantu untuk tetap terus mengajar karena pemerintah sedang mencari solusi dalam permasalahan ini.

Untuk sementara karena pada awalnya guru bantu itu berasal dari sekolah swata, maka diharapkan mereka juga akan kembali ke sekolahnya masing-masing. Dan kalau memang ada permasalahan yang belum selesai maka tidak perlu demo, tetapi mengirimkan wakilnya saja dan nanti kita bicarakan dengan unsur pusat dan daerah," harapnya. - ant/ah
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Baru 10 Persen Tergarap, Wisata Lombok Masih Kalah Dari Bali
JAKARTA -- Lombok memang sudah menjadi destinasi wisata tersohor di Indonesia. Akan tetapi Lombok masih kalah tenar dengan tempat wisata yang ada di...