Friday, 5 Syawwal 1435 / 01 August 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

Duh! Banyak Perusahaan Air Minum di Bogor tak Punya Izin

Wednesday, 09 March 2011, 10:27 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR-- Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Teuku Hanibal Asmar mengungkapkan, sebagian besar pengusaha air minum yang ada di kabupaten tidak memiliki izin atau ilegal. Ia mengatakan, aktivitas usaha air curah yang tidak memiliki izin tersebut banyak melibatkan perusahaan skala kecil, sedang hingga besar.

Menurut Teuku, maraknya perusahaan tanpa izin dikarenakan, Kabupaten Bogor merupakan wilayah pegunungan yang menyimpan sumber air tanah yang cukup banyak. Air tersebut dikelola perusahaan untuk dijadikan air curah yang disalurkan ke wilayah Bogor hingga Jakarta.

Ia menyontohkan salah satu kawasan yang banyak memiliki usaha air curah namun tidak memiliki izin yakni di kawasan Bogor Selatan terutaman di daerah Cijeruk, Megamendung dan Ciawi. Kegiatan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena selain tidak memendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kabupatan Bogor, aktifitas ini juga memberikan dampak yang negatif diantaranya kerusakan jalan yang perbaikannya harus ditanggung oleh Pemkab Bogor," katanya.

Dikatakannya, terjadinya kondisi seperti ini karena ada aparat pemerintah yang main mata dengan pengusaha. Sebab cara seperti ini lazim dilakukan, agar pengusaha bisa mengeluarkan biaya yang lebih sedikit, dibandingkan jika membayar retribusi ke daerah karena keberadaannya tercatat.

Ia menjelaskan, usaha air curah harus memiliki izin terpadu, selain izin dari Pemkab Bogor juga harus memiliki izin dari Pemprov Jawa Barat. "Yang jadi permasalahan selama ini, ketika ada Sidak dari pihak terkait, tiba-tiba kegiatan pengeboran disana hilang, ini kan membuat kami semakin sulit untuk mengambil tindakan," katanya.

Seperti yang diketahui, beberapa tahun terakhir ini kasus penyedotan air bawah tanah ilegal dikawasan Bogor sudah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat, karena truk bermuatan air tanah ini mempunyai andil besar pada kerusakan jalan.

Bahkan hal ini juga kerap menimbulkan gejolak sosial dari masyarakat sekitar yang merasa dirugikan akibat keberadaan pertambangan air curah ini. Tepatnya, Januari 2011 lalu, sekitar 100 lebih warga dari tuju desa di Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor menggelar demonstrasi menuntut ditutupnya perusahaan air curah yang terdapat masing-masing desa.
Warga melakukan penyisiran ke sejumlah perusahaan air curah tersebut dan menutupnya.

Tindakan ini dilakukan oleh warga yang kesal karena keberadaan kegiatan air curah tersebut telah menyebabkan kerusakan jalan di kawasan tersebut. Selain itu warga juga menjadi kesulitan air untuk irigasi karena sebagian besar air pegunungan disedot ke usaha air curah.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Dubes Paraguay, Didampingi Istri Tercinta Temukan Indahnya Islam
 JAKARTA -- Duta besar Paraguay untuk ASEAN, Caesar Esteban Grillon Conigliaro telah memeluk agama Islam tahun 2013 lalu. Ada cerita menarik sebelum Ia memantapkan...