Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Depok Berharap Segera Punya MAN

Wednesday, 19 January 2011, 02:16 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,KOTA KEMBANG - Kota Depok belum memiliki Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Padahal, Pemerintah Kota Depok telah menyediakan lahan untuk pembangunan MAN sebesar 6000 meter persegi di daerah Jatijajar. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementrian Agama Kota Depok, H Kadar, mengatakan pada 2007 mereka telah mengirimkan permintaan ini kepada Kementrian Agama RI.

“Pada tahun 2007 lalu kami sudah menindaklanjuti permintaan masyarakat Depok untuk merealisasikan pembangunan MAN. Pada tahun 2008 dana untuk MAN ini sudah muncul di dalam daftar isian pelaksanaan anggaran sekitar 600 juta. Namun, ketika akan direalisasikan pada bulan Mei, anggaran untuk MAN di Depok ini terkena kebijakan penghematan angaran. Saya pikir maksudnya ditabung dulu dan realisasinya diundur, namun ternyata anggaran tersebut memang tidak ada,“ ujar Kadar.

Kadar juga telah mengajukan pada tahun 2009, 2010 dan 2011. Namun hasilnya tetap nihil. Ia berharap agar permintaan ini dapat segera dilaksanakan karena merupakan keinginan masyarakat Depok.

Depok memang memiliki lebih dari 200 sekolah agama, terdiri atas 132 MI, 63 MTs, dan 21 MA, namun hanya satu sekolah saja yang negeri, yaitu MTsN Cimanggis yang terletak di kelurahan Jatimulya.

Sebenarnya sudah ada usulan untuk penegerian salah satu Madrasah Alwiyah, yaitu MA Al-Jihad. “Namun ternyata hanya lembaganya saja yang di-negerikan, sedangkan asetnya tetap milik yayasan. Akhirnya penegerian MA tersebut dibatalkan,“ katanya lagi.

 


Reporter : C02
Redaktur : Johar Arif
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...