Awas.. Pencuri Sparepart Kendaraan Berkeliaran di Stadion Gelora Bung Karno

Minggu, 26 Desember 2010 21:24 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Hati-hati memarkir sepeda motor di sekitar area Stadion Sepak Bola Gelora Bung Karno, karena banyak pencuri sparepart berkeliaran. Mereka kerap mengincar Capasitor Discharge Ignition (CDI) Suzuki Shogun tahun 2003. Pencuri kerap mendatangi motor tersebut dan mencabut paksa CDI yang terletak dibalik casing dekat mesin.

"Mereka kerap menyamar sebagai penonton pertandingan sepak bola," ungkap Anggito Wiryawan, Warga Jl Kemanggisan Pulo I, Palmerah, Jakarta Barat, Ahad (26/12). Dia mengatakan pencuri kerap beraksi disaat pertandingan sepak bola digelar di Senayan.

Ketika itu ribuan sepeda motor terparkir memenuhi area parkir. Bahkan, sepeda motor terparkir di pinggiran Jalan Raya Jenderal Sudirman, karena terlalu penuh. "Disaat itulah pencuri beraksi," ungkapnya. Pelaku kerap berpura-pura mengambil barang yang jatuh di sekitar sepeda motor. Aksi pelaku tergolong cepat dan tidak membutuhkan waktu lama. "Satu CDI dapat diambilnya dalam waktu tidak sampai tiga menit," tutur remaja 17 tahun itu.

Pertandingan semifinal AFF antara Indonesia melawan Filipina beberapa waktu lalu juga memakan korban belasan hingga puluhan sepeda motor mogok karena CDI-nya dicuri. "Saya melihat sendiri belasan hingga puluhan penonton mendorong motor, karena sparepart-nya ada yang dicuri," tutur Anggito.

Semula dirinya melihat warga mengganti busi sepeda motornya. Namun ketika dinyalakan, busi tersebut tidak mengeluarkan api. Mereka, jelas Anggito, tercengang ketika mengetahui CDI-nya hilang dicuri.

Akhirnya, mereka mendorong sepeda motornya mulai satu kilo hingga lebih dari itu. "Untung saja dalam pertandingan itu Indonesia menang," ungkap Anggito. Dia mengatakan CDI sepeda motor dapat dijual seharga Rp 300 ribu. Dirinya tidak mengetahui siapakah pencuri yang kerap beraksi di sana.


Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Dja'far, mengatakan pihaknya akan menyelidiki aksi pencurian tersebut. Dirinya mengatakan pencurian kendaraan bermotor ada dua macam. Pertama pencurian suku cadang saja, kedua kendaraannya secara utuh. "Kita akan tindak tegas," imbuhnya. Dirinya mempersilahkan masyarakat yang menjadi korban pencurian melapor ke polisi. Laporan mereka nantinya akan menjadi petunjuk awal penyelidikan.


Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: Erdy Nasrul


806 reads

petugas, Minggu, 26 Desember 2010, 13:58

wahai saudaraku janganlah berbuat yang dilarang agama, percayalah tidak akan berkah dengan dengan hasil dari berbuat seperti,yang ada penyesalan yang berkepanjangan meskipun saat ini kalian tidak sadari tapi hidup kalian tidak tenang di dunia dan diakhirat pasti menyesal tiada tara, cari yg halal meski sedikit tp brkah

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda