Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

Hak Gelar Ospek Dicabut, Mahasiswa Trisakti Demo

Jumat, 24 September 2010, 06:03 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta--Tidak diberi izin menyelenggarakan orientasi siswa dan pengenalan kampus (ospek) 2010, ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Transpor (STMT) berunjuk rasa di halaman luar kampus yang terletak di Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Kamis (23/9). Demo ini merupakan aksi kedua sejak Rabu kemarin.

Juru bicara aksi, Nasrullah, mahasiwa tingkat 5 Jurusan Manajemen Transpor Laut mengatakan, aksi ini dilakukan oleh gabungan mahasiswa yang berasal dari seluruh organisasi internal kampus, termasuk Keluarga Mahasiswa dan BEM STMT Trisakti.

Nasrul mengatakan, mereka kecewa dengan kebijakan kampus yang secara sepihak memutuskan acara ospek dilakukan sepenuhnya oleh pihak kampus, bukan lagi oleh BEM STMT Trisakti. Sementara itu, mahasiswa merasa penyelenggaraan ospek merupakan hak berorganisasi BEM STMT Trisakti yang telah dilakukan sejak 10 tahun lalu. ''Kami sudah konsep acara orientasi sejak tiga bulan lalu,” keluhnya.

Sejak Rabu hingga Jumat besok (24/9), pihak kampus STMT Trisakti menggelar orientasi mahasiswa baru. Selama acara ospek berlangsung, mahasiswa STMT Trisakti yang tidak mengisi acara dilarang memasuki kawasan kampus.

Reporter : Ditto Pappilanda
Redaktur : Endro Yuwanto
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  nemah f. alatas Kamis, 10 Maret 2011, 15:11
seharusnya kalian tau bagaimana keadaannya sebelum berkomentar. saya yang merasakan kok :)
  islah azkaribi Sabtu, 25 September 2010, 17:11
SAMA SAJA DENGAN MEMATIKAN KRETIFITAS MAHASISWA
  ikhwan Jumat, 24 September 2010, 23:15
ironis memang....bahkan mahasiswa yg ingin bimbingan skripsipun tidak diperbolehkan msuk kwasan kmpuz..apakah mahasiswa'a sudah dianggap orang2 yg inggin melakukan kriminal dikampuz???sehingga mereka takut terhadap mahasiswanya sendiri.pdhal mereka yg membimbing mahasiswanya/tempat dimna mahasiswa belajar.
  abiim kancudd Jumat, 24 September 2010, 21:59
buat bapak bapak besar STMT .!
biarlah OSPEK itu di pegang sepenuhnya oleh BEM .!biar BEM dan keluarga mahasiswa STMT yang membentuk kepribadian siswa-siswa baru .!
mungkin siswa-siswa baru akan sopan terhadap bapak bapak besar STMT "tapi" apakah mungkin siswa baru ini akan sopan terhadap kakak kakak seniornyaa ..?!!!
  rahman darmawan Jumat, 24 September 2010, 06:51
kampus macem apa itu kegiatan'a tidak melibatkan organisasi kampus'a sendiri... ironis...

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...