Kasus HKBP, Warga Bekasi Justru Akrab dengan Gereja Jawa-Pasundan

Jumat, 17 September 2010, 02:32 WIB
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB) menyatakan, selama puluhan tahun masyarakat Bekasi selalu memelihara kerukunan antarumat beragama. Hubungan tersebut dipelihara atas dasar saling menghargai dan tolerasi.

Sebagai contoh, selama berpuluh-puluh tahun, masyarakat Bekasi senantiasa memelihara hubungan baik dengan Gereja Jawa dan Gereja Pasundan. "Selama ini masyarakat hidup secara harmonis. Kami selalu tolong menolong dengan teman-teman dari Gereja Jawa, ada juga Gereja Pasundan. Selama ini tidak ada masalah karena mereka membawa kultur bersahabat dan harmonis dengan masyarakat Bekasi," kata Litbang BKMB, Ali Anwar kepada sejumlah wartawan, Kamis (16/9).

Terkait peristiwa antara warga dengan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Desa Ciketing, Ali memandang hal itu terjadi akibat adanya perbedaan kultur. Merujuk hubungan baik dengan Gereja Jawa dan Gereja Pasundan, dia membantah kasus yang terjadi di Ciketing didasari faktor agama. "Kami wellcomelah. Mereka mau mendirikan gereja ya silakan saja, mau bangun wihara ya silakan. Tapi lakukanlah dengan cara yang santun dan baik, " ujarnya.

Menurut Ali, selama ini masyarakat Bekasi memang kerap terlibat permasalahan dengan HKBP. Dia mencontohkan kasus tahun 1989 di Wisma Asri dan kasus tahun 2002 dan 2003, semuanya melibatkan warga dengan HKBP. Karena itu, dia meminta HKBP mencontoh Gereja Pasundan dan Gereja Jawa yang mampu hidup berdampingan dengan masyarakat.

Ali menambahkan, perlu ada penyesuaian budaya antara jemaat HKBP dengan warga Bekasi. "Kami mengimbau kepada pihak HKBP agar bisa kompromi dengan adat istiadat orang Bekasi. Tolonglah taat pada aturan Bekasi," kata dia.

Ali lantas menyarankan pada dua belah pihak yang terkait kasus Ciketing agar menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Tak perlu lagi, ujarnya, mengedepankan ego dan sentimen kelompok. "Kami ingin situasi harmonis yang selama ini terjadi tetap dipelihara," tutupnya.

Redaktur: Endro Yuwanto
Reporter: Abdullah Sammy
Dan (Ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim. ((QS. Al. Baqarah [2]:124))
arif, Sabtu, 18 September 2010, 05:04

kami muslim di Bali juga tunduk dengan aturan orang Bali. Tidak ada izin bikin mushola, ya kami gak bikin. Seyogyanya minoritas tahu diri.

Balas
Kirun, Jumat, 17 September 2010, 18:06

Tuh kan saya udah bilang, masalahnya bukan di Islam Kristen tapi masalah di organisasinya.
Organisasi Islam yang berperilaku seperti orang HKBP saya yakin nasibnya seperti ini. Saya sudah buktikan di daerah saya.

Balas
hans, Jumat, 17 September 2010, 17:21

anto.. makanya jadi pendatang jg sok kuasai warga setempat..usir aja org batak yg tak punya tatakrama..pendeta yg sok pintar sok pemilik kebenaran....di dunia ini cuman ada dua orang ... yaitu orang baik dan orang batak..hehee

Balas
anto, Jumat, 17 September 2010, 00:28

jangan membandingbandingkan orang lain bos.....lain lubuk lain ikannya...emang cuman elo aja suku di Indonesia ini.yang penting saling intropeksilah.kalo cuman jawa, ya itu negara jawa, tak indonesia namanya

Balas
yans, Kamis, 16 September 2010, 23:40

buat HKBP introspeksi lah ...terutama dalam tatakrama dan jangan coba2 ngajak agama lain utk ikut HKBP itu bisa menyebabkan ditolaknya gereja dimana2..dan akibatnya akan fatal

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...