Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Akibat Minum Miras Oplosan, Empat Orang Tewas di Jakarta

Monday, 23 August 2010, 21:49 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sebanyak empat orang tewas akibat menenggak minuman keras oplosan di Jalan Kelapa Hijau, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (22/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Keempat korban yakni Iwan, Upai, Antoro, dan Agus.

Selain empat korban tewas, minuman keras oplosan itu juga menyebabkan empat orang dirawat intensif. Keempatnya--Supriyadi, Muhdi, Muhamad, dan Sopian--kini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Cilandak.

Peritiwa ini berawal saat kedelapan korban tengah berkumpul di sebuah pos jaga di Jalan Kelapa Hijau Jagakarsa. Salah seorang korban kemudian membeli minuman keras di warung milik Sarimin (41 tahun) di Jalan Kelapa Hijau Rt. 09/03 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pasca menenggak minuman, kedelapan korban mendadak pusing dan muntah-muntah.

Empat korban tewas seketika, sementara sisanya tak sadarkan diri. Kedelapan pemuda langsung dievakuasi warga ke Rumah Sakit Cilandak. ''Kasus ini kini dalam penanganan Polsek Jagakarsa. Sementara ini pemilik warung masih diperiksa petugas,'' kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar, Senin (23/8).

Pemilik warung terancam dijebloskan ke jeruji besi akibat memperdagangkan minuman keras dan menyebabkan orang tewas

Reporter : Abdullah Sammy
Redaktur : Budi Raharjo
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...