Tak Punya Kantor, Panwaslu Tangerang Selatan Rapat di Restoran
REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG--Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tangerang Selatan, Provinsi Banten, menggelar rapat koordinasi di restoran karena belum memiliki kantor tetap.
"Hingga saat ini kita belum punya kantor. Jadi untuk rapat koordinasi sesama pengurus, kita bertemu di restoran saja karena restoran area publik," kata anggota Panwasu Tangerang Selatan Sarono Budihardjo di Tangerang, Jumat.
Budi mengatakan, sejak dilantik pada hari Senin (26/7) lalu, telah dipilih ketua Panwaslu Tangerang Selatan yakni Muslih. Pemilihan tersebut didasarkan kepada pertimbangan dua anggota Panwaslu lainnya. "Saya dan Pak Syahrudin memilih Pak Muslih dengan pertimbangan pengalaman dan senioritas untuk jadi ketua Panwaslu Tangerang Selatan," imbuhnya.
Mengenai kantor Panwaslu Tangerang Selatan sendiri, Budi menambahkan, hingga saat ini pihaknya sudah menentukan tempat untuk "base camp" di wilayah Pamulang.
Namun, tempat tersebut masih belum dipastikan bisa digunakan karena belum ada kesepakatan penyewaan serta izin dari warga sekitar. Tempat yang berada di tengah-tengah perumahan warga tersebut, dikhawatirkan akan menganggu kenyamanan warga karena adanya kantor Panwaslu Tangerang Selatan.
"Kantor Panwaslu Tangerang Selatan akan ramai setiap saat. Jadi, warga sekitar pun harus siap menerima bila ada kendaraan yang hilir mudik. Hal ini yang belum ada izinya," ujarnya.
Terkait dana, Budi mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Penjabat Walikota Tangerang Selatan pada hari Senin (2/8) mendatang.
Sebab, Pemkot Tangerang Selatan dikabarkan telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 Miliar untuk Panwaslu Tangerang Selatan. "Kami akan bertemu dengan Walikota untuk konsolidasi sekaligus membicarakan anggaran. Sebab, saat ini kas Panwaslu tidak ada," ujarnya.
416 reads





Latah pemekaran wilayah ternyata banyak yang belum siap juga.
Balas